Aset Negara Rawan Diserobot Swasta, Kemenkeu Bilang Begini
Ekonomi - Bisnis Selasa, 20 April 2021
Aset negara rawan diserobot swasta, kemenkeu bilang begini bisnis.com , jakarta -- pemanfaatan barang milik negara (bmn) adalah salah satu strategi pemerintah untuk mengoptimalisasikan aset. Penggunaan ini memiliki ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan baik bagi pengelola, pengguna, maupun mitra yang memanfaatkan bmn. Direktur barang milik negara kementerian keuangan (kemenkeu) encep sudarwan mengatakan bahwa terdapat beberapa prinsip dalam melakukan pemanfaatan bmn. Hal ini dapat dilakukan apabila tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian atau lembaga dan tidak mengubah status kepemilikan pada bmn yang dimanfaatkan.
“kalau ada bapak/ibu lihat bmn dikelola swasta, it’s okay , tapi itu tidak mengubah kepemilikan, tetap barang milik negara,” katanya yang dikutip dari situs kemenkeu, selasa (20/4/2021). Encep menjelaskan bahwa biaya atas pemanfaatan bmn disetorkan seluruhnya ke kas negara sebagai penerimaan negara kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Bmn juga dapat dilakukan dalam rangka penyediaan infrastruktur. Adapun penilaian dalam rangka pemanfaatan dilakukan oleh penilai pemerintah atau penilai publik.
Bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan terhadap bmn yakni sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan (ksp), bangun guna serah/bangun serah guna (bgs/bsg), kerja sama penyediaan infrastruktur (kspi), dan kerja sama terbatas untuk penyediaan infrastruktur (ketupi). Masing-masing bentuk pemanfaatan memiliki ketentuan sesuai peraturan pemerintah (pp) no. 28/2020 tentang perubahan atas pp no. 27/2014 tentang pengelolaan barang milik negara.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat