Banyak Perusahaan Keuangan Hengkang dari RI, Ada Apa Gerangan?
Detik Finance - Indeks Senin, 31 Mei 2021
Banyak perusahaan keuangan hengkang dari ri, ada apa gerangan? pasar saham indonesia kembali kehilangan peluang investasi dari luar negeri. Pekan lalu, broker saham pt morgan stanley sekuritas indonesia mengumumkan penghentian kegiatan perantara perdagangan efek (ppe) di indonesia. Aksi korporasi morgan stanley sekuritas indonesia menambah panjang daftar sejumlah broker saham dan lembaga keuangan internasional yang menghentikan bisnis di indonesia. Pakar hukum pidana universitas al-azhar (uai), suparji ahmad, mengatakan maraknya lembaga keuangan internasional yang cabut dari indonesia harus menjadi perhatian presiden joko widodo (jokowi).
Kata dia, seharusnya kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi. "ini harus menjadi perhatian presiden jokowi. Lebih-lebih di tengah upaya pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini. Penegakan hukum harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Apalagi di saat pandemi seperti sekarang," ujar suparji dalam keterangan tertulis yang dikutip senin (31/5/2021). Salah satu kasus yang disoroti investor adalah kasus jiwasraya-asabri yang ditangani kejaksaan agung. Ia meminta kejaksaan dalam proses penegakan hukum harus memperhatikan aspek ekonomi. Menurutnya, kejaksaan harus adil dalam proses penegakan namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi di indonesia agar tetap tumbuh.
"langkah-langkah yang harus dilakukan tentunya harus secara prosedural dan secara efektif dan efisien dalam prosedural itu," ujarnya. Jika penegakan hukum bisa adil, transparan, dan sesuai aturan, lanjut suparji, maka bisa menarik kembali para investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan modal di indonesia. "maka perlu jaminan penegakan hukum yang adil dan transparan untuk mengembalikan kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di indonesia," katanya. Lanjut ke halaman berikutnya.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat