BPD DIY Raih Peringkat Stabil
Investor Sabtu, 3 April 2021
Bpd diy raih peringkat stabil jakarta- pt pemeringkat efek indonesia (pefindo) memberikan peringkat “ida” atau stabil untuk pt bank pembangunan daerah daerah istimewa yogyakarta (bpd diy). Peringkat stabil untuk korporasi ini berarti perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Peringkat tersebut juga mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham, pasar captive di daerah tersebut, dan permodalan yang sangat kuat. Peringkat ini bisa berubah naik apabila perusahaan bisa secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya dan melakukan perbaikan signifikan dan berkelanjutan pada profil kualitas aset dan profitabilitasnya.
Peringkat juga dapat diturunkan jika profitabilitasnya terus mengalami pemburukan, atau posisi bisnis melemah secara substansial. “kami menilai penyebaran covid-19 dapat meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya,” tulis pefindo dalam keterangan persnya. Selain itu, pefindo menilai penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban dan menyebabkan pemburukan kualitas aset bank. Kondisi ini akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank.
“kami menilai dampak dari pandemi covid-19 terhadap profil kredit bpd diy dapat terkelola, didukung oleh produk inti pinjaman konsumen pegawai negeri sipil yang mendominasi 56.5% dari portofolio kredit bank per 31 september 2020. Kami melihat dampak yang sangat terbatas dari pandemi terhadap kualitas aset dari pinjaman pns, karena pinjaman ini memiliki risiko rendah dari skema pemotongan gaji secara langsung,” tulis pefindo. Menurut pefindo, segmen pinjaman pns ini akan mendukung pendapatan bank dan menghasilkan arus kas di tengah pandemi, dan dapat menjadi bantalan terhadap potensi penurunan kualitas aset pada segmen kredit produktif, khususnya industri yang sangat terdampak oleh pandemi seperti konstruksi, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan. Selanjutnya, pefindo akan terus memantau dengan seksama dampak pandemi covid-19 terhadap kinerja bank dan keseluruhan profil kreditnya.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat