China Tantang Pejabat Jepang Minum Air Limbah Fukushima: Kenapa Mereka Tidak Minum Dulu?
Pikiran Rakyat Jumat, 16 April 2021
China tantang pejabat jepang minum air limbah fukushima: kenapa mereka tidak minum dulu? pikiran rakyat - china menentang jepang atas rencananya membuang air limbah dari pembangkit listrik tenaga nuklir fukushima ke laut. Cina meminta pejabat negeri sakura itu untuk meminum air limbah fukushima agar membuktikan keamanannya. “politisi jepang mengatakan air limbah yang diolah itu 'tidak bersalah', mengapa mereka tidak minum, memasak & mencuci pakaian dengan air dulu?” tulis juru bicara kementerian luar negeri china , zhao lijian melalui akun twitternya pada kamis, 14 april 2021. Hal itu disampaikan zhao lijian ketika ditanya tentang komentar dari menteri keuangan jepang taro aso yang menyebutkan tingkat kontaminasi air di fukushima berada di bawah batas pedoman internasional.
Rencana jepang membuang air limbah ke lautan samudra pasifik yang diumumkan selasa telah dikritik keras oleh china , taiwan, korea selatan dan korea utara. Dikutip dari bloomberg, jumat, 16 april 2021, menkeu jepang mengatakan air limbah fukushima itu tampaknya cukup aman untuk diminum. Sementara itu, departemen luar negeri as mengindikasikan bahwa rencana jepang tersebut tampaknya sejalan dengan standar pembuangan global. Editor: julkifli sinuhaji sumber: bloomberg.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat