Deretan Kebijakan China yang Meruntuhkan Keperkasaan Bitcoin
Detik Finance - Indeks Sabtu, 22 Mei 2021
Deretan kebijakan china yang meruntuhkan keperkasaan bitcoin harga bitcoin masih terus menyusut hingga jumat sore, jatuh lebih dari 11% setelah china melipatgandakan upaya mencegah risiko spekulatif dan keuangan dengan menindak penambangan dan perdagangan uang kripto itu. Komite stabilitas dan pengembangan keuangan china, yang diketuai oleh wakil perdana menteri liu he, memilih bitcoin sebagai aset yang perlu diatur lebih lanjut. Sejak mencapai level tertinggi sepanjang masa us$ 65.000 pada pertengahan april, bitcoin telah jatuh sekitar 45%. Bahkan harganya sudah turun sekitar 28% sepanjang minggu ini.
Pernyataan china yang memperketat larangan bank dan perusahaan pembayaran yang menyediakan layanan terkait kripto jadi upaya negeri tirai bambu membasmi spekulasi dan penipuan dalam mata uang virtual. Wakil perdana menteri liu he adalah pejabat china paling senior yang secara terbuka memerintahkan tindakan keras terhadap bitcoin. Ini adalah pertama kalinya pemerintah secara eksplisit menargetkan penambangan kripto. "sulit untuk membaca dampak nyata dari tindakan potensial oleh china, karena pernyataan ini dibuat tanpa spesifik," kata john wu, presiden ava labs, sebuah platform sumber terbuka untuk aplikasi keuangan, seperti dikutip dari reuters, sabtu (22/5/2021).
"pernyataan ini memang menunjukkan risiko yang jelas untuk penambangan bitcoin yang sangat bergantung pada china, dan kemauan pemerintahnya." lanjutnya. Pemerintah juga telah merekomendasikan pertukaran uang kripto yang beroperasi di hong kong juga harus dilisensikan oleh regulator pasar dan hanya akan diizinkan untuk memberikan layanan kepada investor profesional. Sebelumnya pada hari jumat, saluran cctv pemerintah china juga memperingatkan terhadap "risiko sistemik" dari perdagangan cryptocurrency dalam komentar di situsnya. Cryptocurrency dianggap sebagai aset yang diatur dengan ringan yang sering digunakan dalam perdagangan pasar gelap, pencucian uang, penyelundupan senjata, perjudian, dan perdagangan narkoba.
" bitcoin bukan lagi alat investasi untuk menghindari risiko. Sebaliknya, itu instrumen spekulatif," kata cctv. Rival cryptocurrency ethereum juga mendapat tekanan, diperdagangkan turun sekitar 15% pada us$ 2.339. "china telah mencoba begitu sering untuk menangani bitcoin, pertukaran, dan penambangan sejak 2013 sehingga saya tidak berpikir ini seharusnya menjadi kejutan lagi," kata ruud feltkamp, kepala eksekutif di bot perdagangan crypto cryptohopper.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat