Digugat PKPU, Anak Usaha Waskita Nunggak Rp15 Miliar
News Okezone Rabu, 21 April 2021
Digugat pkpu, anak usaha waskita nunggak rp15 miliar jakarta - digugat oleh sebuah perseroan di pengadilan niaga di pengadilan negeri jakarta pusat dengan nomor perkara :151/pdt.sus-pkpu/2021/pn.jkt.pst. Gugatan tersebut terkait permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (pkpu). "dapat kami informasikan bahwa gugatan permohonan pkpu dimaksud adalah terkait dengan permintaan pelunasan utang sebesar rp5 miliar dan rp10 miliar oleh vendor pemasok material alam," tulis keterbukaan informasi publik bei yang dikutip okezone, rabu (21/4/2021). Anak usaha pt waskita karya itu tetap berkomitmen dalam mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik serta akan mengikuti segala proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan itikad baik.
"terkait dengan proses penyelesaian pkpu dimaksud, pt waskita beton precast telah melakukan komunikasi intensif kepada pemohon dan telah tercapai kesepahaman antara para pihak untuk menyelesaikan permasalahan," sambungnya. Kemudian, perseroan juga memastikan bahwa gugatan pkpu tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan permasalahan hukum. "tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha karena perseroan telah mengambil dan melaksanakan langkah-langkah dalam mengantisipasi kondisi tersebut sebagai dampak dari pandemi covid-19," tutupnya. (rzy).
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat