DPR Desak Pemerintah Buat Terobosan Perbaiki Ketimpangan Akibat Covid-19
Ekonomi - Bisnis Minggu, 4 April 2021
Dpr desak pemerintah buat terobosan perbaiki ketimpangan akibat covid-19 bisnis.com , jakarta - anggota komisi keuangan dewan perwakilan rakyat (dpr) anis byarwati mengatakan bahwa ada masalah ketimpangan yang terjadi akibat pandemi covid-19. Berdasarkan survei angkatan kerja nasional (sakernas) 2020, angka pengangguran sangat tinggi. Tingginya angka pengangguran akibat pandemi di dominasi oleh masyarakat miskin yang jumlahnya 54 persen. Sedangkan masyarakat menengah 39 persen dan kaya 7 persen.
Data ini jelas menegaskan bahwa pengangguran di indonesia separuhnya adalah masyarakat miskin. Hal ini menuntut program-program yang dicanangkan pemerintah seharusnya menyasar masyarakat miskin. “jadi kalau kita melihat paparan program-program yang dipaparkan tadi, yang ingin betul-betul ingin saya tekankan, semestinya program-program tersebut dapat memperbaiki angka ketimpangan,” katanya melalui keterangan pers, minggu (4/4/2021). Selain itu, anis juga menyoroti penurunan pendapatan yang lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kelas menengah dan masyarakat miskin.
Jika dikaitkan dengan bekerja di rumah atau work from home (wfh), sebagian besar dari mereka adalah pekerja berpendapatan tinggi yang jumlahnya 47 persen. Sedangkan masyarakat miskin harus berjibaku dengan tingginya working hour atau mencari pekerjaan sampingan. Itu sebabnya ketimpangan selalu linier dengan kerentanan menghadapi covid-19. Semakin besar ketimpangan di suatu daerah, maka semakin rentan masyarakat di daerah tersebut terpapar covid-19.
“saya kembali mengingatkan agar program-program yang digulirkan pemerintah harus benar-benar menyasar masyarakat miskin yang paling terdampak dengan pandemi,” jelasnya. Masih mengacu pada data sakernas, pengguna dagang-el atau e-commerce di indonesia adalah 63,39 persen merupakan masyarakat kaya, 34,62 persen masyarakat menengah, dan 18,92 persen penggunanya masyarakat miskin. Anis tidak memungkiri bahwa teknologi e-commerce memang membantu pemulihan ekonomi. Akan tetapi, manfaat yang dirasakan masyarakat miskin sangat kecil dibandingkan dengan kalangan menengah dan atas.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat