Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Nusa - Bali Jumat, 13 Mei 2022
Dua remaja terlibat perkelahian polisi telah memanggil kedua belah pihak yang terlibat perkelahian untuk dilakukan mediasi. Singaraja, nusabali kasus perkelahian antar remaja kembali terjadi di buleleng. Kali ini dua orang remaja asal desa patemon, kecamatan seririt, buleleng, terlibat perkelahian di parkiran sebuah toko baju di desa tangguwisia, kecamatan seririt. Perkelahian itu diduga dipicu saling serempet di jalan.
Belakangan polisi mediasi kasus perkelahian tersebut secara kekeluargaan dan berakhir damai.informasi yang dihimpun, dua orang remaja yang terlibat perkelahian masing-masing berinisial pe, 14, dan gbt, 17. Perkelahian antar remaja itu sempat terekam dalam video berdurasi sekitar 21 detik dan viral di media sosial. Dalam video itu, tampak seorang remaja memukul bagian kepala lawannya berulang kali hingga tersungkur. Aksi baku pukul itu sejatinya disaksikan oleh sejumlah orang.
Namun bukannya melerai, warga justru asyik menyaksikan perkelahian tersebut, dan merekamnya hingga videonya viral di media sosial.menurut informasi, perkelahian ini terjadi karena saling tersinggung. Mulanya, pe dan gbt tiba secara bersamaan di toko pakaian itu. Pe kala itu membonceng seorang rekannya. Demikian dengan gbt, datang bersama dengan seorang rekannya.
Setibanya di toko pakaian itu, pe merasa dirinya hendak diserempet oleh gbt. Pe pun merasa tersinggung, namun ia masuk ke dalam toko pakaian itu untuk membeli baju.setelah membeli baju, pe kemudian kembali ke parkiran. Saat kembali ke parkiran itu, gbt juga merasa teringgung lantaran dirinya dipandang dengan sinis oleh pe. Pe sempat menanyakan asal gbt dengan bahasa yang dirasa cukup kasar.
Sehingga terjadilah cekcok, hingga berujung pada baku hantam.kapolsek seririt, akp made suwandra, dikonfirmasi kamis (12/5) membenarkan kejadian perkelahian anak remaja di bawah umur yang masih bersekolah tersebut. Kata akp suwandra, perkelahian itu dipicu permasalahan saling serempet di jalan sehingga terjadi adu mulut dan berujung pemukulan.menurut akp suwandra, pihaknya telah memanggil kedua belah pihak yang terlibat perkelahian untuk dilakukan mediasi pada kamis, di kantor desa patemon. Mediasi juga melibatkan perbekel desa patemon, i ketut winaya serta orang tua masing-masing remaja yang terlibat perkelahian. Setelah dilakukan pertemuan, kedua belah pihak tersebut bersepakat untuk berdamai."kami sudah melakukan pemanggilan pihak yang terlibat serta orang tuanya dengan didampingi perbekel dan aparat desa setempat.
Dan atas permintaan dari orang tua pihak yang terlibat, perbekel, dan aparat desa, permasalahan ini bisa dimediasi di kantor desa patemon," jelas akp suwandra."masing-masing pihak yang terlibat dan keluarganya kami lakukan upaya mediasi. Hasilnya, kedua pihak tanpa ada tekanan dari pihak manapun sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sudah menandatangani pernyataan damai. Atas kejadian ini kami juga melakukan pembinaan," tandas akp suwandra.*mz cemas merupakan salah satu bentuk emosi yang muncul karena adanya situasi yang membuat seseorang tertekan.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam
Hidup Sebatang Kara, Pilu Henidar Amroe Habiskan Masa Tua Bersama 5 Kucing