Ekonom: Inflasi Belum Tinggi, BI Perlu Tahan Suku Bunga Acuan
Finansial bisnis-ekonomi Senin, 19 April 2021
Ekonom: inflasi belum tinggi, bi perlu tahan suku bunga acuan bisnis.com , jakarta - tanda-tanda pemulihan ekonomi terjadi meskipun tidak membuat inflasi lebih tinggi menjadi bukti konsumsi masyarakat masih rendah. Oleh karena itu , bank indonesia diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan lembaga penyelidikan ekonomi dan masyarakat universitas indonesia (lpem ui) teuku riefky mengatakan bahwa berlanjutnya tren pemulihan domestik semakin memperbesar momentum potensi pemulihan ekonomi. “pencapaian tersebut didorong oleh percepatan program vaksinasi dan stimulus pemerintah, seperti potongan pajak atas barang mewah,” katanya melalui publikasinya yang diterima bisnis.com, senin (19/4/2021).
Riefky menjelaskan bahwa meski begitu, inflasi tetap rendah pada periode awal ramadan. Biasanya, indeks harga konsumen selalu tinggi pada momen tersebut. Dari sisi eksternal, ketidakpastian sebagian besar berasal dari perkembangan amerika serikat (as). Perkembangan vaksinasi, pasar tenaga kerja yang membaik, dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan kabar baik tentang perekonomian sehingga mendorong investor untuk menempatkan aset mereka ke instrumen safe haven.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat