Ekonom Nilai Indonesia Belum Punya Kapasitas Untuk Biayai Pembangunan Ibu Kota Baru
Ekonomi - Bisnis Jumat, 16 April 2021
Ekonom nilai indonesia belum punya kapasitas untuk biayai pembangunan ibu kota baru bisnis.com , jakarta – ekonom senior sekaligus pendiri narasi institute fadhil hasan menilai indonesia saat ini tidak memiliki kapasitas ekonomi dan keuangan yang memadai untuk membiayai pembangunan ibu kota negara (ikn) baru. Diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (kipp) rampung pada 2024. Pembangunan sarana dan prasarana awal untuk kipp akan dimulai setelah disahkannya undang-undang ibu kota baru oleh dpr. Terdapat dua hal, menurut fadhil, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dari sisi pembiayaan pemindahan pusat pemerintahan indonesia.
Pertama, fadhil menilai beban pembangunan ikn tidak bisa menambah beban utang indonesia yang semakin rumit. Dia memperkirakan utang indonesia dapat mencapai rp10.000 triliun di akhir 2024. Di lain sisi, dia memaparkan rasio pajak turun dari 10,2 persen di 2018 menjadi 7,9 persen di 2020, sehingga penerimaan negara dari sektor tersebut semakin turun. “di kala sumber daya semakin terbatas dan negara sedang dihadapkan pada upaya penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, membangun ibu kota baru sungguh bukan merupakan prioritas yang tepat dan langkah yang benar,” ucap fadhil dalam webinar ‘pemindahan ibu kota, pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi covid-19: mana yang lebih baik?’, jumat (14/4/2021).
Kedua, fadhil menilai argumentasi pembiayaan ikn dari swasta tidak dapat dibenarkan. Hal tersebut dinilai tidak realistis mengingat perekonomian belum pulih dan iklim investasi dinilai belum kondusif. “kedua hal tersebut sekarang ini belum nampak bahkan kini ekonomi masih dalam taraf awal pemulihan, itu pun jika penanganan pandemi covid-19 berjalan baik. Iklim investasi pun belum membaik walaupun uu cipta kerja dan produk turunannya sudah dibuat,” jelasnya.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat