Ini Strategi Bank DKI Jaga Kualitas Kredit Saat Pandemi
Investor Selasa, 25 Mei 2021
Ini strategi bank dki jaga kualitas kredit saat pandemi jakarta, investor.id - sekretaris perusahaan bank dki, herry djufraini mengatakan bank dki di kuartal i 2021, membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,96% secara yoy menjadi rp 33,66 triliun per maret 2021 dibanding periode sebelumnya sebesar rp32,37 triliun. Hal ini, kata herry menandakan mulai pulihnya perekonomian dari pandemi covid-19 karena meningkatnya permintaan kredit tersebut. "meski demikian, bank dki tetap menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif untuk menjaga kenaikan risiko kredit bermasalah. Penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian," kata herry di jakarta, selasa (25/5/2021).
Pada kuartal i 2021, rasio npl gross bank dki masih terkendali di level 3,19% sedikit meningkat sebesar 0,10% dibandingkan dengan kuartal i 2020 sebesar 3,09%. Peningkatan rasio npl bank dki tersebut masih berada di bawah peningkatan rasio npl industri perbankan yang tercatat sebesar 0,40%, dari semula sebesar 2,77% di kuartal i 2020 menjadi sebesar 3,17% di kuartal i 2021. "sedangkan npl net bank dki pada kuartal i 2021 tercatat sebesar 0,62% dan berada di bawah rasio npl net industri perbankan nasional sebesar 1,02%. Hal ini menunjukkan bahwa bank dki telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi," ungkap herry.
Herry mengakui risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat keadaan masih diliputi oleh pandemi covid-19. "kita sangat bersyukur ojk melakukan perpanjangan ketentuan relaksasi hingga tahun 2022. Hal tersebut tentunya memberikan keleluasaan bagi industri perbankan dalam mengelola risiko kredit dengan lebih baik," tutur dia. Lebih lanjut herry menyampaikan, bahwa bank dki telah melakukan sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah melalui penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit melalui program pemulihan ekonomi nasional (pen), dan hapus buku.
Selain pertumbuhan kredit, kata herry, indikator kinerja keuangan lain tetap menunjukkan kinerja yang positif sebagai pertanda bahwa berbagai kebijakan cepat yang dilakukan sebagai respon bank dki atas pandemi covid-19 menunjukkan hasil yang positif dari tingkat kesehatan maupun bisnis perseroan. Dana pihak ketiga bank dki mengalami peningkatan sebesar 28,42% (yoy) menjadi rpv42,98 triliun pada kuartal i 2021. Pertumbuhan dpk tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan giro yang secara yoy meningkat 74,87%, sehingga rasio dana murah (casa ratio) juga mengalami perbaikan dari sebelumnya 43,54% menjadi 47,56%. "berbagai pertumbuhan kinerja tersebut, mendorong pertumbuhan total aset bank dki sebesar 20,42%, dari semula sebesar rp46,23 triliun menjadi sebesar rp55,68 triliun per maret 2021.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat