Iran Larang Transaksi Uang Kripto hingga 4 Bulan Mendatang
Media Indonesia - Ekonomi Kamis, 27 Mei 2021
Iran larang transaksi uang kripto hingga 4 bulan mendatang iran melarang transaksi cryptocurrency atau mata uang kripto selama empat bulan kedepan hingga september mendatang. Presiden iran hassan rouhani mengemukakan, kebijakan itu diambil karena banyak kota yang mengalami pemadaman listrik akibat penambangan bitcoin. Dalam beberapa pekan terakhir, bisnis dan rumah tangga di seluruh iran mengalami pemadaman listrik selama enam jam sehari. Bahkan, pemadaman bergilir membuat pemain catur iran kehilangan kesempatan dalam kejuaraan online asia.
“siapa pun yang melakukan transaksi, mulai hari ini pekerjaan itu ilegal bahkan mereka yang diizinkan (untuk menambang bitcoin) tidak lagi diizinkan sampai kami meninggalkan masalah ini (pemadaman listrik)," kata rouhani dilansir financial times, kamis (27/5). Ekonomi iran terpukul keras oleh keputusan mantan presiden amerika serikat (as) donald trump yang secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir yang ditandatangani teheran. Permintaan mata uang digital di iran dikabarkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena orang-orang mencoba melindungi tabungan mereka terhadap tingkat inflasi tahunan sebesar 46,9%. Rouhani pada rabu (26/5), memerintahkan kementerian industri, telekomunikasi, energi dan urusan dalam negeri untuk melarang transaksi cryptocurrency.
Dia mengatakan konsumsi listrik telah meningkat 20% selama setahun terakhir, meskipun dia tidak mengklarifikasi seberapa banyak ini disebabkan oleh cryptocurrency. Langkah ini pun adalah kedua kalinya dilakukan iran dengan berusaha menekan mata uang digital itu secara teori, impor dapat dibayar dengan bitcoin. Namun, dengan adanya sanksi as yang melarang transaksi perbankan apa pun dengan iran, sehingga menyulitkan pedagang iran untuk menggunakan cryptocurrency untuk menghindari sanksi. “kami belum dapat membangun koneksi ke penukar mata uang digital yang andal karena sanksi dan sedikit pengalaman kami,” kata seorang pengusaha yang dekat dengan rezim tersebut.
Pada 2018, departemen keuangan as mengidentifikasi dua alamat mata uang digital dan mengaitkannya dengan dua individu yang berbasis di iran yang diduga membantu menukar pembayaran tebusan bitcoin menjadi real iran. Departemen keuangan as mengatakan berjanji untuk secara agresif mengejar iran dan rezim jahat lainnya yang mencoba mengeksploitasi mata uang digital. Meskipun demikian, investor luar negeri, termasuk tiongkok, telah berinvestasi dalam penambangan cryptocurrency di iran. Operasi yang dikelola tiongkok di rafsanjan, iran selatan, yang diperkirakan menjadi yang terbesar di negara itu.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat