Lagi, Timnas Jerman Protes Qatar soal Pelanggaran HAM
Suara Senin, 29 Maret 2021
Lagi, timnas jerman protes qatar soal pelanggaran ham suara.com - timnas jerman muncul dengan pesan samar dalam protes terbaru mereka yang ditujukan kepada tuan rumah piala dunia 2022 , qatar. Jerman tergabung dengan denmark, norwegia dan belanda dalam gerakan yang berkembang untuk mendukung pekerja yang terlibat dalam pembangunan venue piala dunia di negara timur tengah tersebut. Sebelum kemenangan 1-0 mereka atas rumania di bucharest pada laga matchday 2 babak kualifikasi piala dunia 2022 zona eropa grup j, senin (29/3/2021) dini hari wib tadi, timnas jerman secara singkat membalikkan baju mereka sebelum kick-off dengan nomor punggung menghadap ke depan. Gerakan halus itu dimaksudkan untuk menarik perhatian pada 30 poin deklarasi hak asasi manusia perserikatan bangsa-bangsa.
Akun instagram timnas jerman mengunggah foto tim dengan menuliskan "kami 30!" di kolom keterangan gambar. "kami semua mendukung permainan yang adil, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," kata kapten timnas jerman, manuel neuer dikutip dari afp, senin. "kami mendukung 30 pasal hak asasi manusia ini, untuk keberagaman dan menentang diskriminasi. Itulah yang ingin kami tunjukkan." "ide itu datang lagi dari tim, seperti yang terjadi sebelum pertandingan melawan islandia," tutur kiper veteran bayern munich itu.
Pada jumat (26/3/2021) kemarin, timnas jerman sendiri mengenakan kaus bertuliskan "human rights" sebelum menang 3-0 atas islandia di laga pertama grup j kualifikasi piala dunia 2022. Asosiasi sepakbola jerman (dfb) mendukung protes tersebut. "setiap tanda kuat dan efektif," kata presiden dfb, fritz keller di laman resmi mereka. "tapi tentu saja kami harus, dan akan terus bersuara.
Kami bermain untuk orang dan bukan untuk pemerintah." namun, keller menyiratkan timnas jerman melarang boikot putaran final piala dunia 2022. "kami berhubungan dengan ahli dari organisasi non-pemerintah." "amnesty international menyarankan agar tidak memboikot dan lebih menuntut dialog dengan mereka yang terlibat, memberikan sinyal yang jelas -- seperti yang dilakukan tim nasional, dengan mengenakan kaus bertuliskan "hak asasi manusia," tambah keller. Sementara itu, gelandang jerman joshua kimmich menilai pembicaraan tentang boikot itu sudah "terlambat 10 tahun". "kami seharusnya memikirkannya saat itu," ujar kimmich, merujuk pada final piala dunia yang dianugerahkan kepada qatar pada 2010.
Di tempat lain, para pemain denmark mengenakan kaos bertuliskan "football support change" sebelum pertandingan kualifikasi melawan moldova pada minggu (29/3). Norwegia juga mengenakan kaus bertuliskan "hak asasi manusia, di dalam dan di luar lapangan" sebelum pertandingan terakhir melawan gibraltar dan turki. Timnas belanda pun mengenakan kaus bertuliskan "sepak bola mendukung perubahan" sebelum menang 1-0 atas latvia di amsterdam. .
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Dr. Adam - Sardiyono Kompak, Tutup Turnamen IMPEDES CUP I dan Berikan Bonus
JADWAL SEA Games 2022 Pertandingan Sepakbola Grup A dan Grup B Hari Ini 13 Mei 2022, Indonesia vs Filipina
Jadwal SEA Games 2022 Indonesia Sepakbola Putra, Indonesia vs Filipina Hari Ini Pukul 16.00 WIB, Live RCTI+
UPDATE BERITA MU: Tantangan Erik Ten Hag Jika Ajak Matthijs de Ligt Pindah ke Manchester
Wow! Messi Ungguli Ronaldo, Berikut 5 Atlet dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia versi Forbes
Jadwal Bola SEA Games 2022 Hari Ini: Indonesia vs Filipina Kapan Main ? Klasemen Indonesia Dekati Timor Leste
5 Hits Bola: Pelatih Laos Sebut Timnas Indonesia U-23 Masih Terkuat di Grup A SEA Games 2021
Luar Biasa! Mierza 'Bocah Ajaib' Anak Didik Asiana Soccer…