Makin populer, pemerintah bakal tarik pajak dari kripto
Msn - Berita Kamis, 13 Mei 2021
Makin populer, pemerintah bakal tarik pajak dari kripto kontan.co.id - jakarta. Kepopuleran cryptocurrency yang terus menanjak di dalam negeri membuat transaksi mata uang digital ini semakin marak di indonesia. Pemerintah pun bersiap untuk mengambil kesempatan dengan akan menarik pajak atas aset kripto tersebut. Direktur jenderal (dirjen) pajak kementerian keuangan (kemenkeu) suryo utomo mengatakan, aset kripto merupakan barang baru di indonesia.
Untuk itu pihaknya akan mendalami lebih lanjut jenis pajak apa yang akan diterapkan. Kata suryo, otoritas fiskal kini tengah membahas model bisnis kripto. Dia menyebut, kripto bisa dikenakan pajak pertambahan nilai (ppn) apabila dianggap sebagai mata uang atau alat tukar atas barang/jasa. "ppn dikenakan barang dan jasa daerah pabean pertanyaan apakah kripto sama seperti itu, dan pengganti uang atau bukan atas produk itu kena barang kena pajak," kata suryo saat media briefing di kantor djp, senin (10/5).
Sementara itu, kripto dikenakan pajak penghasilan (pph) dari sudut pandang investasi. Sebab, suryo bilang kini aset kripto diperdagangkan seperti investasi di pasar saham. Sehingga pph akan ditarik atas capital gain. "investasi rp 1 juta bertambah rp 3 juta, ada keuntungan sisi investor dan sebesar rp 2 juta , dan bagaimana pemajakannya, jelas kami akan pajaki dan kami potong," ujar suryo.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat