Menag Terbitkan Edaran Panduan Puja Bhakti dan Dharmasanti Waisak saat Pandemi
Fakta news berita Jumat, 21 Mei 2021

Menag terbitkan edaran panduan puja bhakti dan dharmasanti waisak saat pandemi jakarta – menjelang hari raya tri suci waisak 2565 tahun buddhis pada 27 mei 2021 yang masih berlangsung dalam suasana pandemi covid-19 ini, menteri agama (menag) menerbitkan panduan perayaan waisak saat pandemi. Panduan ini tertuang dalam surat edaran (se) nomor 11 tahun 2021 tentang puja bhakti/sembahyang & dharmasanti hari raya tri suci waisak 2565 tahun buddhis saat pandemi covid-19. “panduan diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat buddha dalam penyelenggaraan puja bhakti/sembahyang dan dharmasanti hari raya tri suci waisak 2565 tahun buddhis/2021,” ujar menag yaqut cholil qoumas, di jakarta, jumat (21/05/2021). Menag pun meminta seluruh jajarannya untuk menyosialisasikan panduan tersebut secara masih.
“saya minta kepada seluruh jajaran kemenag untuk menyosialisasikan edaran ini secara masif, terutama kepada pengurus organisasi/majelis agama buddha, anggota sangha, pengelola rumah ibadah, dan umat buddha agar dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Berikut ketentuan panduan penyelenggaraan puja bhakti dan dharmasanti waisak saat pandemi: 1. Kegiatan sosial seperti karya bakti di taman makam pahlawan dan bakti sosial menyambut hari raya tri suci waisak dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pastikan semua peserta yang mengikuti kegiatan sosial dalam kondisi sehat; b.
Seluruh peserta wajib mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memberikan salam dengan anjali (mengatupkan kedua belah tangan di depan dada) dan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat; c. Pengaturan jumlah peserta kegiatan sosial maksimal 30 persen dari kapasitas tempat kegiatan agar memudahkan penerapan jaga jarak; dan d. Kegiatan sosial dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin. 2.
Puja bhakti/sembahyang dan meditasi detik waisak dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Puja bhakti/sembahyang dan meditasi detik waisak pada tanggal 26 mei 2021 pukul 18.13.30 wib dapat dilaksanakan baik di lingkungan rumah ibadah maupun tempat umum; b. Rangkaian acara menyambut hari waisak seperti pengambilan api dan air yang melibatkan umat dalam jumlah banyak ditiadakan; c. Puja bhakti/sembahyang dan meditasi detik waisak dapat dilaksanakan di rumah ibadah atau tempat umum secara terbatas hanya untuk anggota sangha dan/atau pengelola/pengurus rumah ibadah serta umat dengan memperhatikan: 1) status zona di mana rumah ibadah atau tempat umum itu berada dalam wilayah zona hijau dan zona kuning; 2) pastikan semua peserta yang mengikuti kegiatan puja bhakti/sembahyang dan meditasi dalam kondisi sehat; 3) seluruh peserta wajib mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memberikan salam dengan anjali (mengatupkan kedua belah tangan di depan dada) dan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat; 4) jumlah peserta maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan agar memudahkan penerapan jaga jarak; dan 5) waktu pelaksanaan kegiatan seefisien mungkin.
D. Umat buddha disarankan melaksanakan puja bhakti dan meditasi detik waisak di rumah; dan e. Organisasi/majelis agama buddha dapat memanfaatkan teknologi informasi/media sosial dan/atau melakukan live streaming terkait perayaan tri suci waisak 2565 tahun buddhis/2021. 3.
Dharmasanti hari raya tri suci waisak dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Dharmasanti hari raya tri suci waisak dapat dilaksanakan baik dalam jaringan (virtual) maupun di luar jaringan (ruangan/gedung); dan b. Dalam hal dharmasanti hari raya tri suci waisak dilaksanakan di ruangan/gedung, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan: 1) pastikan tempat pelaksanaan dharmasanti dalam kategori wilayah zona hijau atau zona kuning; 2) pastikan semua peserta yang mengikuti kegiatan dharmasanti dalam kondisi sehat; 3) seluruh peserta wajib mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memberikan salam dengan anjali (mengatupkan kedua belah tangan di depan dada), dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat; 4) pengaturan jumlah peserta kegiatan dharmasanti maksimal 30 persen dari kapasitas tempat kegiatan agar memudahkan penerapan jaga jarak; dan 5) kegiatan dharmasanti dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin. 4.
Panitia hari besar keagamaan buddha sebelum melaksanakan puja bhakti/sembahyang dan dharmasanti hari raya tri suci waisak agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengetahui informasi status zonasi dan memastikan standar protokol kesehatan covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali. 5. Anjangsana dalam rangka hari raya tri suci waisak agar hanya dilakukan dengan keluarga terdekat dan tidak menyelenggarakan open house. 6.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu