Menko PMK: Tahun Lalu Ngotot Mudik Dibarengi Lonjakan Kasus Covid-19
Riau Sky Rabu, 21 April 2021
Menko pmk: tahun lalu ngotot mudik dibarengi lonjakan kasus covid-19 jakarta (riausky.com) - menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (menko pmk) muhadjir effendy menjelaskan penetapan larangan mudik oleh pemerintah pada lebaran tahun ini adalah bertujuan untuk mengendalikan penyebaran dan penularan kasus covid-19. Bila itu dibiarkan, maka dipastikan bakal terjadi lonjakan kasus yang makin parah. "data tahun lalu sekitar 13% atau 73-83 juta jiwa penduduk ngotot melaksanakan mudik dibarengi dengan pelonjakan kasus. Maka dari itu pemerintah sekarang berupaya keras untuk memperkecil lagi jumlah yang tidak patuh melaksanakan mudik," kata muhadjir dalam sebuah webinar yang diselenggarakan badan perlindungan konsumen nasional republik indonesia (bpkn-ri), selasa (20/4/2021).
Muhadjir membeberkan, angka kematian covid-19 di indonesia saat ini sekitar 2,72 %. Ia menyebut angka itu lebih tinggi dbanding dari rata-rata angka kematian dunia diantara 2,18- 2,14 %. "walaupun dari segi kasus diantara negara2 besar di dunia kita memang relatif terkendali karena seperti amerika serikat, brazil, india sekarang mulai menyodok lagi ke rangking kedua kasusnya," tutur muhadjir. Kendati demikan, mantan rektor universitas muhammadiyah malang (umm) itu memandang perlu juga meningkatkan kewaspadaan yang tinggi.
Sebab, yang menjadi problem masyarakat indonesia adalah begitu kasusnya mulai kendor, biasanya dibarengi dengan tingkat disiplin yang kendor. Muhadjir meluruskan, peniadaan mudik kali ini adalah dalam kerangka pembatasan mikro. Hal ini berbeda dengan tahun lalu yakni pembatasan sosial berskala besar (psbb). Dimana dalam penerapanya, selain mementingkan aspek kesehatan, juga pemerintah fokus pada upaya menyelamatkan denyut nadi perekonomian.
Salah satunya membuka tempat wisata lokal dengan aturan protokol kesehatan (prokes) yang ketat agar warga tidak bepergian jauh. "kemaren ada yang protes, mudik dilarang tapi wisata diperbolehkan. Ya sebenarya wisatanya itu dalam rangka lebaran. Bukan wisata dengan destinasi perjalanan jauh tadi itu.
Kalau orang sudah tidak boleh pergi kemana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat hiburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali," ujar muhadjir. Selain itu, lanjut muhadjir, pemerintah melalui kementerian sosial juga sudah melakukan perhitungan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang megalami kesulitan akibat adanya peniadaan mudik. "bahkan mungkin nanti bansos akan dirapel mei-juni akan diberikan sekaligus (pada awal mei) agar bisa digunakan untuk belanja ikut merayakan lebaran itu," tutupnya. (r04) sumber berita: okezone.com jakarta (riausky.com) - menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (menko pmk) muhadjir effendy menjelaskan penetapan larangan mudik oleh pemerintah pada lebaran tahun ini adalah bertujuan untuk mengendalikan penyebaran dan penularan kasus covid-19.
Bila itu dibiarkan, maka dipastikan bakal terjadi lonjakan kasus yang makin parah. "data tahun lalu sekitar 13% atau 73-83 juta jiwa penduduk ngotot melaksanakan mudik dibarengi dengan pelonjakan kasus. Maka dari itu pemerintah sekarang berupaya keras untuk memperkecil lagi jumlah yang tidak patuh melaksanakan mudik," kata muhadjir dalam sebuah webinar yang diselenggarakan badan perlindungan konsumen nasional republik indonesia (bpkn-ri), selasa (20/4/2021). Muhadjir membeberkan, angka kematian covid-19 di indonesia saat ini sekitar 2,72 %.
Ia menyebut angka itu lebih tinggi dbanding dari rata-rata angka kematian dunia diantara 2,18- 2,14 %. "walaupun dari segi kasus diantara negara2 besar di dunia kita memang relatif terkendali karena seperti amerika serikat, brazil, india sekarang mulai menyodok lagi ke rangking kedua kasusnya," tutur muhadjir. Kendati demikan, mantan rektor universitas muhammadiyah malang (umm) itu memandang perlu juga meningkatkan kewaspadaan yang tinggi. Sebab, yang menjadi problem masyarakat indonesia adalah begitu kasusnya mulai kendor, biasanya dibarengi dengan tingkat disiplin yang kendor.
Muhadjir meluruskan, peniadaan mudik kali ini adalah dalam kerangka pembatasan mikro. Hal ini berbeda dengan tahun lalu yakni pembatasan sosial berskala besar (psbb). Dimana dalam penerapanya, selain mementingkan aspek kesehatan, juga pemerintah fokus pada upaya menyelamatkan denyut nadi perekonomian. Salah satunya membuka tempat wisata lokal dengan aturan protokol kesehatan (prokes) yang ketat agar warga tidak bepergian jauh.
"kemaren ada yang protes, mudik dilarang tapi wisata diperbolehkan. Ya sebenarya wisatanya itu dalam rangka lebaran. Bukan wisata dengan destinasi perjalanan jauh tadi itu. Kalau orang sudah tidak boleh pergi kemana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat hiburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali," ujar muhadjir.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Jadwal Acara Televisi TRANS TV Jumat, 13 Mei 2022: Ketawa Itu Berkah, Insert Story, Talksik, Bioskop Trans TV
Limpahkan Harta dan Kasih Sayang Buat Anak, Nia Ramadhani Bela-belain Gelar Pesta Meriah di Kolam Penuh Busa Demi sang Putra Bontot, Intip Keseruannya!
Raffi Ahmad Bakal Seret Medina Zein ke Penjara Jika Terbukti Gunakan KTPnya Sebagai Alat Penipuan, Benarkah?
Jadwal Acara Televisi TRANS TV Kamis, 12 Mei 2022: Ketawa Itu Berkah, Insert Story, Talksik, Bioskop Trans TV
Gamers Harus Tahu! Berikut 5 Fitur Wajib di HP Gaming
Bergaya Amerika Ala-ala Hunian di Luar Negeri, Rumah Mewah Yuni Shara Bagian Dapurnya Bikin Salfok, Bisa Tembus ke Taman!
Kecantikan Paripurna hingga Lekuk Tubuh Seksi Putri Kesayangannya Selalu Banjir Pujian, Intip Cantiknya Sosok Ibunda Tamara Bleszynski yang Selama ini Disembunyikan dari Publik, Paras Ayunya Sebelas Dua Belas dengan Sang Artis
Sunmi dan Tiffany SNSD Hadir di Program Baru Girls Planet 999
Nia Ramadhani Ungkap Fakta Mengejutkan hingga Mengaku Kapok: Nggak Enak, Kayak Neraka!