Negara Safe Haven Bikin Koruptor Anteng
Sindo News - Nasional Hukum Kamis, 22 April 2021
Negara safe haven bikin koruptor anteng jakarta - upaya perburuan koruptor indonesia dan aset-asetnya seringkali tak berjalan mulus. Para koruptor lebih cerdik dengan berlindung di negara-negara yang memberikan pengamanan atas keberadaan dan aset mereka atau dikenal dengan safe haven. Singapura dikenal menjadi salah satu safe haven bagi para pelaku kejahatan ekonomi dunia. Banyak koruptor indonesia pun ngumpet di singapura.
Padahal, indonesia dan singapura telah mendiskusikan perjanjian ekstradisi. Namun langkah ini masih mentok. Pemicunya, singapura mengajukannya bersamaan perjanjian pertahanan (defense cooperation agreement/dca). Dalam rancangan perjanjian ini, singapura meminta indonesia memberi tempat untuk melakukan latihan militer.
Hal ini pun mendapat penolakan keras dari dpr. Sebenarnya negara-negara di dunia melalui g20 pada 2012 sudah menyatakan prinsip bersama menentang safe haven ketika konferensi di meksiko. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin g20 berkomitmen mencegah korupsi. "negara anggota g20 juga menolak menjadi safe haven dan mendukung perilaku seperti itu," demikian pernyataan g20.
Selain itu, negara-negara anggota apec juga sudah memiliki kesepakatan untuk tidak menjadi safe haven dalam konferensi di bangkok, pada 2018 lalu. Negara-negara apec membangun komitmen politik untuk tidak menjadi safe haven menampung hasil korupsi. "anggota apec juga memberikan kerja sama dan bantuan teknis untuk memerangi korupsi dan perampasan aset atas dasar saling menghormati dan membangun kepercayaan," demikian keterangan apec. Selain singapura, surga safe haven para koruptor dunia adalah swiss, panama, the seychelles, palau.
Cayman islands dan amerika serikat. Cayman islands menduduki peringkat pertama sebagai negara yang berkontribusi terhadap penyembunyiaan finansial. Itu dikaitkan dengan negara yang digunakan untuk menyimpan hasil kejahatan dan investor yang ingin menyembunyikan kekayaannya. Cayman islands, yang dekat dengan kuba menjadi pusat kerahasiaan keuangan karena memiliki lebih dari 100.000 perusahaan yang sangat kontras dengan jumlah penduduknya.
Cayman islands memang menarik perhatian dari pemilik uang haram di seluruh dunia. Negara itu tidak memberlakukan pajak bagi korporasi. Bahkan, warga atau wisatawan pun tidak diberlakukan pajak. “cayman merupakan pusat keuangan internasional,” bela perdana menteri cayman islands, alden mclaughlin.
Dia mengatakan, cayman islands terus berusaha memperbaiki citranya bersaing dengan pusat keuangan lainnya seperti swiss, hong kong, luxembourg, delaware, hingga london. Peningkatan as sebagai safe haven karena beberapa negara bagian seperti new hampshire mengizinkan mendirikan yayasan pribadi tanpa perlu mengumumkan laporan keuangan. “kerahasiaan keuangan menjadi masalah besar di as karena mengizinkan kejahatan dan perdagangan manusia hingga korupsi baik di dalam negeri dan luar,” kata clark gascoigne, diretur eksekutif koalisi financial accountability and corporate transparency (fact). Sedangkan tax justice network menempatkan swiss pada posisi ketiga karena memiliki reformasi kerahasiaan bank hanya diterapkan ke negara kaya dibandingkan negara miskin.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat