OJK Ingatkan Kripto Bukan Alat Pembayaran Sah, Pahami Risikonya!
Sindo News - Ekonomi & Bisnis Perbankan Rabu, 12 Mei 2021
Ojk ingatkan kripto bukan alat pembayaran sah, pahami risikonya! jakarta - otoritas jasa keuangan (ojk) memberikan peringatan kepada para investor terkait maraknya investasi aset kripto (cryptocurrency). Juru bicara ojk sekar putih djarot mengatakan, aset kripto merupakan jenis komoditi dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah. "ojk telah berkoordinasi dengan bank indonesia sebagai otoritas pembayaran dan menyatakan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di indonesia," kata sekar di jakarta, rabu (12/5/2021). Dia melanjutkan, aset kripto termasuk komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun.
Untuk itu, masyarakat juga harus memahami dari awal potensi dan risikonya sebelum melakukan transaksi aset kripto. "ojk tidak melakukan pengawasan dan pengaturan atas aset kripto ya, melainkan oleh badan pengawas perdagangan berjangka komoditi (bappebti) kementerian perdagangan @bappebti @kemendag," sebut dia. Sebagai informasi, pada peraturan bappebti no 5/2019, crypto asset yang selanjutnya disebut aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain. (ind).
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat