OJK Ingin Lebih Banyak Pelaku UMKM Cari Dana Lewat SCF
Cnbcindonesia-news Jumat, 23 April 2021
Ojk ingin lebih banyak pelaku umkm cari dana lewat scf jakarta, cnbc indonesia - otoritas jasa keuangan (ojk) menginginkan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (umkm) memanfaatkan securities crowdfunding (scf) untuk menghimpun pendanaan. Pasalnya, di masa pandemi ini, banyak umkm yang terpukul usahanya. Berdasarkan survei yang dipublikasikan adb sampai dengan juli 2020, dampak pandemi menyebabkan 50% umkm harus menutup usahanya, 88% umkm tidak memiliki kas atau kehabisan pembiayaan dan 60% pelaku usaha mikro mengurangi tenaga kerja. "pandemi telah cukup memukul keberlangsungan pelaku umkm," kata kepala eksekutif pengawas pasar modal, hoesen, dalam webinar securities crowdfunding untuk pemulihan umkm pasca pandemi, jumat (23/4/2021) yang diselenggarakan isei jakarta.
Umkm menurutnya juga memiliki peranan yang cukup besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Kontribusi umkm terhadap pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 60%, dalam menyerap tenaga kerja 96% dari total tenaga kerja di indonesia. Salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan pelaku umkm ialah securities crowd funding. Seperti diketahui, ojk telah memperbarui peraturan equity crowd funding menjadi pojk 57/pojk.04/2020 tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi.
Di aturan yang sudah diperbarui, ojk memperluas basis perusahaan tak hanya yang berstatus perseroan terbatas (pt) melainkan mengakomodasi usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm) untuk menghimpun pendanaan melalui pasar modal. "pentingnya peran umkm, ojk akan senantiasa berpartisipasi aktif, mendukung program pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan meluncurkan securities crowdfunding ," tutur hoesen. Berdasarkan data ojk, sampai dengan 14 april 2021, terdapat lima penyelenggara platform yang sudah mendapatkan izin dari ojk. Jumlah penerbit scf sudah mencapai 146 dari sebelumnya hanya sebanyak 126 penerbit dengan jumlah dana yang dihimpun mencapai rp 225 m atau meningkat 19% dari posisi desember 2020 lalu senilai rp 191 miliar dengan rata-rata nilai penerbitan rp 1 miliar.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat