OJK: Perkembangan sekuritisasi aset masih terbatas
Msn - Berita Rabu, 24 Maret 2021
Ojk: perkembangan sekuritisasi aset masih terbatas kontan.co.id - jakarta. Otoritas jasa keuangan (ojk) menyebutkan, instrumen sekuritisasi aset di pasar keuangan domestik masih memiliki tantangan. Salah satunya, terlihat dari perkembangan yang masih relatif terbatas. Padahal, anggota dewan komisioner ojk hoesen mengatakan, pasar sekuritisasi aset ini berperan penting dalam membantu kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk program pemulihan ekonomi nasional (pen).
Termasuk pembiayaan pembangunan infrastruktur dan membantu usaha mikro kecil menengah (umkm). “saat ini pembiayaan masih didominasi oleh perbankan. Namun, dengan instrumen sekuritisasi aset, ada alternatif lain bagi pelaku ekonomi, terutama bagi usaha korporasi umkm,” ujar hoesen, rabu (24/3) via video conference. Pada tahun ini, hanya terdapat 9 produk kontrak investasi kolektif efek beragun aset (kik-eba) dengan total dana kelolaan rp 4,87 triliun.
Pandemi membuat dana kelolaan kik eba turun. Pada akhir 2020 lalu, tercatat dana kelola kik-eba sebesar rp 4,8 triliun atau turun 28% dari rp 6,78 triliun pada desember 2019 lalu. Sementara itu, dana kelola efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (eba-sp) tercatat rp 4,41 triliun hingga maret 2021. Ini terdiri dari 7 produk eba-sp.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat