Pandemi Covid-19, OJK: Investasi Ilegal Marak Bermunculan
Tempo Selasa, 13 April 2021
Pandemi covid-19, ojk: investasi ilegal marak bermunculan polisi menunjukkan barang bukti sejumlah uang saat rilis kasus investasi ilegal 'memiles' di direktorat reserse kriminal khusus (ditreskrimsus) polda jawa timur, surabaya, selasa, 21 januari 2020. Barang bukti aset memiles rp 4,1 miliar yang baru disita itu didapat dari tiga rekening berbeda milik dua tersangka yaitu direktur pt kam and kam berinisial k t dan motivator berinisial m l. Antara/didik suhartono tempo.co, jakarta - anggota dewan komisioner bidang edukasi dan perlindungan konsumen otoritas jasa keuangan tirta segara mengatakan keberadaan fintech dan investasi ilegal masih marak bermunculan di tengah pandemi covid-19. "kasus investasi ilegal termasuk fintech dan gadai ilegal di masa pandemi justru marak dan itu terjadi di berbagai wilayah indonesia," kata tirta dalam diskusi virtual, selasa, 13 april 2021.
Menurutnya, sepanjang tahun 2020 hingga februari 2021 satgas waspada investasi telah menutup 390 kegiatan investasi ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat. Dia mengatakan sekitar satu hingga lebih kegiatan investasi ilegal yang ditutup setiap harinya oleh swi. Tak hanya investasi ilegal, swi juga telah menutup 1.200 fintech ilegal dalam satu tahun terakhir. "artinya dalam sehari bisa tiga sampai empat yang ditutup tapi masih saja terus bermunculan," kata dia.
Swi, kata dia, juga telah menutup sebanyak 92 gadai ilegal yang telah merugikan masyarakat. Tirta berharap kedepannya masyarakat bisa terus meningkatkan literasi keuangan dan memahami setiap produk investasi sebelum memulai untuk berinvestasi. Adapun ojk mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai rp 114,9 triliun sejak 2011 hingga 2020."itu kerugian selama ini karena investasi ilegal," kata deputi komisioner edukasi dan perlindungan konsumen ojk sardjito dalam kesempatan yang sama. .
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat