Pasar Obligasi Venezuela Masih Gunakan Transaksi Tunai
Republika Ekonomi Rabu, 14 April 2021
Pasar obligasi venezuela masih gunakan transaksi tunai republika.co.id, caracas -- pasar obligasi di venezuela terbilang sangat primitif sampai butuh para pria-pria bersenjata untuk mengawal perpindahan uangnya yang tunai. Dilansir bloomberg, selasa (14/4), sistem keuangan venezuela sangat terbatas sehingga transfer dollar tidak memungkinkan. Para pembelinya harus menggunakan ribuan dolar demi menghindari risiko kejahatan. Di pasar obligasi yang mungkin paling kecil dan hampir pasti paling primitif di dunia ini gagal bayar bukanlah risiko terbesar yang dihadapi investor.
Risiko terbesar adalah perampokan. Sebagai bagian dari perombakan pemerintahan yang kesulitan terbebas dari keterpurukan, dolar as sekarang menjadi mata uang de facto di negara tersebut. Tetapi mengingat cara ad-hoc yang sedang dilakukan reformasi, tidak ada cara untuk mentransfer dolar as secara elektronik dari satu bank ke bank lain. Sejak dua dekade terakhir, sebuah perusahaan pembuat rum lokal akhirnya memutuskan untuk menjadi perusahaan pertama yang menjual obligasi dolar as.
Investor harus membelinya secara tunai dalam tumpukan uang seratus dolar as ke dalam tas dan membawanya ke bank di caracas timur. Segala macam teknik digunakan untuk mengarungi jalan-jalan kota paling berbahaya di dunia itu, mulai dari pengawal bersenjata hingga penyamaran. Mantan presiden caracas stock exchange, juan domingo cordero mengkritik hal ini dan mendesak perbaikan sistem. "apa yang bisa dilakukan seseorang yang memiliki dolar as di venezuela? kita tidak dapat terus beroperasi secara tunai," katanya.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat