Perkantoran Jakarta Tak Cuma Diobral, Harga Sewa Bisa Dinego!
Cnbcindonesia-investment Jumat, 21 Mei 2021
Perkantoran jakarta tak cuma diobral, harga sewa bisa dinego! jakarta, cnbc indonesia - tren bekerja dari rumah (wfh) yang kian masif menjadi salah satu penyebab kebutuhan akan perkantoran berkurang. Banyak perusahaan memilih untuk menerapkan sistem wfh karena lebih efektif dan efisien. Efeknya beberapa pemilik kantor yang melego aset sampai yang tetap operasi banting harga sewa ruang kantor. "pengaruh (wfh) cukup besar, karena banyak company pilih wfh terutama yang padat karya di mana karyawan yang biasa harus ke kantor sekarang nggak perlu lagi, artinya ada pengurangan space ruang kantor yang cukup signifikan karena tren wfh," kata ketua umum asosiasi real estate broker indonesia (arebi) lukas bong kepada cnbc indonesia , jumat (21/5/21).
Beberapa pekerjaan yang biasa mendominasi bekerja di perkantoran sudah mulai bergeser untuk bekerja dari rumah, misalnya back office seperti administrasi, keuangan hingga programmer. Akibat tren ini, permintaan akan gedung perkantoran juga tidak terangkat signifikan. "q1 januari, februari, maret lebih baik dibanding q1 tahun lalu. Masuk q2 ternyata nggak terjadi peningkatan signifikan mungkin suasana libur lebaran, ada puasa, pengaruh juga faktor eksternal lainnya seperti varian baru covid-19, l ockdown negara-negara lain sehingga demand terutama office building agak-agak stuck," karena permintaan yang cenderung stagnan, maka harga sewa pun lebih bisa dinegosiasi oleh pengelola perkantoran.
Bagi investor yang memiliki dana lebih dan sudah mengincar berinvestasi di properti, bisa jadi ini momentum yang tepat. "terutama office building sekarang nego. Kalau nggak dipakai, maintenance jalan terus. Harga kondisi sekarang negotiable, yang ada duit mungkin bisa bargaining kesempatan sebenarnya," sebutnya.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat