Rudy Tanoe Kebut Rights Issue ZBRA Kelar Semester I-2021
Cnbcindonesia-market Selasa, 13 April 2021
Rudy tanoe kebut rights issue zbra kelar semester i-2021 jakarta, cnbc indonesia - manajemen emiten layanan supply chain logistik, pt zebra nusantara tbk (zbra), menargetkan skema penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (hmetd) akan selesai di semester pertama tahun ini. Perseroan akan meminta restu pemegang saham untuk menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (hmetd) ii atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,43 miliar saham baru yang akan dilaksanakan pada 7 mei 2021 mendatang. Namun, untuk pelaksanaan rights issue diharapkan akan selesai sebelum 28 juni 2021 karena perseroan mengacu kepada periode laporan keuangan yang berakhir 31 desember 2020. Belum ditentukan harga pelaksanaan rights issue tersebut.
Namun, rudy tanoesoedibjo, selaku kuasa direksi zebra membeberkan, nilainya akan lebih rendah dari posisi harga saham zbra setelah suspensi kedua yakni di level rp 840 per saham. "rights issue tidak sampai rp 840 per saham, harganya di bawah itu," katanya kepada awak media dalam paparan publik insidentil, selasa (13/4/2021) di gedung satrio tower, jakarta. Rudy menyatakan perseroan akan menjadi perusahaan holding yang menjalankan berbagai lini bisnis dos ni roha (dnr) setelah akuisisi rampung dan meninggalkan bisnis lama zebra di bidang transportasi dan distribusi bahan bakar gas yang beralih ke bisnis supply chain logistik ang terintegrasi, dari hulu ke hilir. Tujuan dnr mengakuisisi saham zebra antara lain agar membuat dnr menjadi lebih dapat diakses oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu sarana investasi bagi investor publik.
"zbra nantinya akan memiliki 99% saham dnr, jadi tujuan ini adalah bagaimana kita bisa membuat dnr lebih aksesable oleh masyarakat luas, dan menjadi salah satu sarana nvestasi yang baik para investor publik, jadi itu salah satu alasan mengapa kita mengakuisisi zebra," kata rudy, jumat (9/4/2021). Dijelaskan rudy, zebra sudah meninggalkan bisnis taksi di surabaya dan beralih ke bisnis yang dijalankan dnr saat ini, yakni ke bisnis perdagangan, distributor alat kesehatan, hingga logistik. "masuknya dnr di zebra akan membuat bisnis beralih dari tadinya taksi menjadi bisnis yang dilakukan dnr saat ini, itu yang akan terjadi," katanya. Seperti diketahui, sebelumnya pt trinity healtcare (thc) mengambilalih sebanyak 51% saham zebra pada 9 maret 2021 lalu.
Rudy tercatat menggenggam kepemilikan 90% saham di thc. Berdasarkan prospektus yang disampaikan manajemen kepada bursa efek indonesia, nilai nominal rights issue tersebut sebesar rp 100 per saham, namun belum ditetapkan harga pelaksananaannya. Dalam rights issue ini, pt trinity healthcare (thc) selaku pemegang saham pengendali perseroan beserta pt european hospital development (ehd), pt jagegreen equities (jge) dan pt holistic ventures (hv), atau secara bersama-sama disebut pemegang saham pt dos ni roha (dnr), akan mengambil bagian atas saham baru perseroan dengan melakukan penyetoran dalam bentuk inbreng saham sebanyak 99% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh dnr. Namun demikian, sebelum maupun sesudah pmhmetd ii ini, thc nantinya akan tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan maupun dnr.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat