Sampoerna Agro Merugi Rp 201,42 Miliar
Neraca Senin, 19 April 2021
Sampoerna agro merugi rp 201,42 miliar neraca jakarta – emiten perkebunan, pt sampoerna agro tbk (sgro) membukukan rugi sebesar rp201,42 miliar pada tahun 2020 atau memburuk dibandingkan lalu yang mencatatkan laba bersih sebesar rp33,15 miliar. Akibatnya, perseroan membukukan rugi per saham dasar rp111, berbanding terbalik dibanding tahun 2019 yang mencatatkan laba per saham senilai rp18. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di jakarta, kemarin. Sebeliknya, penjualan perseroan di tahun 2020 tumbuh 7,1% menjadi rp3,502 triliun dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar rp3,268 triliun.
Namun, beban pokok penjualan terbilang rp2,618 triliun atau tumbuh 1,08% dibanding tahun 2019 tercatat sebesar rp2,59 triliun. Sehingga, laba kotor naik 30,42% menjadi rp883,91 miliar. Sayangnya, beban provisi liabilitas kontigensi tertulis rp319,16 miliar, sedangkan tahun 2019 pos tersebut nihil. Apalagi beban pajak penghasilan tercatat sebesar rp292,2 miliar atau membengkak 119,5% dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar rp133,94 miliar.
Disampaikan direktur utama sgro, budi halim, di tengah intensitas hujan yang semakin tinggi pada triwulan empat tahun 2020, produksi minyak sawit perseroan meningkat secara signifikan mencapai 131.585 ton atau 112% lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Lonjakan ini telah diantisipasi dengan berkurangnya efek lanjutan dari kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019 dan didukung oleh curah hujan yang berkecukupan disepanjang 2020, sehingga kepastian pemulihan produksi semakin nyata.”selain faktor profil tanaman perseroan yang berada pada usia produktif seiring dengan upaya intensifikasi yang terus berlangsung, kondisi cuaca yang bersahabat sepanjang tahun 2020 juga turut menyumbang optimisme terhadap prospek produksi di tahun 2021,” ujar dia. Tahun ini seiring dengan prospek bisnis minyak sawit akan cerah, perseroan memproyeksikan target produksi dapat tumbuh 13% hingga 18%.”kami berekspektasi akan ada peningkatan kinerja operasional terutama pada produksi dan produktivitas cpo,” kata head of investor relations sampoerna agro, micahel kesuma. Terkait harga jual produk minyak sawit mentah, lanjutnya, sgro mengikuti harga pasar sehingga fluktuasi harga tentu akan terjadi.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat