Teriak Boikot Produknya, Indonesia Ternyata Impor Senjata dari Israel
Pikiran Rakyat Kamis, 20 Mei 2021
Teriak boikot produknya, indonesia ternyata impor senjata dari israel pikiran rakyat - indonesia memiliki hubungan dagang dengan israel meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Hal ini bertentangan dengan aspirasi mayoritas warga indonesia yang kencang menyuarakan pemboikotan produk israel sebagai bentuk dukungan untuk warga palestina yang dijajah israel. Pada selasa, 18 mei 2021, demonstrasi berlangsung di depan kedutaan besar amerika serikat (as), jakarta, untuk menyerukan pemboikotan produk as dan israel. "sesungguhnya israel tidak punya kekuatan apa-apa.
Dia merasa kuat dan besar karena kekuatan zionis didukung oleh as. Kekuatan politik as, suka tidak suka, didukung oleh kekuatan ekonominya. Maka, jika kita ingin melawan zionis israel , as, tidak ada cara lain kita boikot ekonominya," ujar amin ngabalin selaku wakil ketua umum dpp komite nasional pemuda indonesia (knpi) dikutip pikiran-rakyat.com dari antaranews pada 18 mei 2021. As merupakan satu dari 10 investor terbesar indonesia.
Total nilai investasi as ke indonesia pada tahun 2020 adalah 480,1 juta dolar as. Selain itu, indonesia juga berhubungan dagang dengan israel melalui aktivitas ekspor-impor. Menukil data badan pusat statistik (bps), pada kuartal i-2021, indonesia telah mengimpor 144 ton barang dari israel senilai 1.785.870 dolar as. Barang-barang yang diimpor itu adalah komponen senjata, komponen mesin, alat-alat elektronik, hasil perkebunan, alat listrik, mesin produksi rokok, komponen baterai.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Wagub DKI Riza Patria: JIS Boleh Buat Kampanye Politik, Tunggu Izin Jakpro dan KPU
Hina Anies Baswedan Pakai Koteka Khas Papua, Ruhut Sitompul Disentil Komedian...
Korea Utara Laporkan Kematian Covid-19 Pertama, Sekitar 187.800 Dirawat
Puan Dianggap Teruskan ‘Spirit Soekarno’ Sebagai Pemimpin Bangsa
Golkar, PAN dan PPP Berkoalisi, Demokrat dengan Nasdem?
Klaim Bebas Politik Praktis
Ancang-ancang Dini Koalisi