Transformasi Bisnis HK Metals Mulai Tunjukkan Hasil
Investor Selasa, 20 April 2021
Transformasi bisnis hk metals mulai tunjukkan hasil jakarta, investor.id – transformasi bisnis yang diterapkan pt hk metals utama tbk (hkmu) mulai berjalan ke arah yang lebih baik. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi perseroan pada anak usahanya, yaitu pt handal aluminium sukses (perusahaan manufaktur aluminium ekstrusi), pt karya bumimas persada (perusahaan manufaktur produk sanitasi), pt metalutama perkasa jaya (perusahaan manufaktur pipa stainless steel ), dan pt rasa langgeng wira (perusahaan manufaktur pipa pvc). Direktur operasional hk metals utama m. Ade kurniawan berharap tren positif ini dapat berlanjut sampai akhir tahun 2021.
Peningkatan ini sejalan dengan strategi transformasi yang diterapkan oleh perusahaan dimana perusahaan mulai menerapkan good manufacturing practice yang berfokus pada pengefektifan proses bisnis operasional. “kami berharap peningkatan jumlah produksi tersebut turut mendongkrak nilai omzet perusahaan tahun ini,” kata dia dalam keterangan tertulis, selasa (20/4). Ade mengungkapkan, pada kuartal i-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu, jumlah produksi dari tiap anak usaha mengalami pertumbuhan. Handal aluminium sukses mencatatkan pertumbuhan 13,3% dengan jumlah produksi 1.659 ton, meningkat dari jumlah produksi sebelumnya sebesar 1.465 ton.
Kemudian, karya bumimas persada mencatatkan pertumbuhan 19,9% dengan jumlah produksi 146.447 unit, meningkat dari produksi sebelumnya sebesar 122.074 unit. Rasa langgeng wira mencatatkan pertumbuhan 14,7% dengan jumlah produksi 864 ton, meningkat dari produksi sebelumnya sebesar 753 ton. Metalutama perkasa jaya mencatatkan pertumbuhan produksi paling tinggi sebesar 26,7% dengan jumlah 140 ton, meningkat dari jumlah produksi sebelumnya sebesar 110 ton. Penurunan jumlah produksi hanya terjadi di unit usaha baja ringan yang mencatatkan penurunan produksi sebanyak 60% dengan jumlah 1.237 ton, menurun dari jumlah produksi sebelumnya sebesar 3.283 ton.
Hal tersebut disebabkan karena perseroan melakukan penyelarasan seluruh aspek operasional mulai dari bahan baku sampai dengan barang jadi. “perseroan akan melakukan review kembali target produksi yang akan dicapai tahun ini. Kemungkinan review tersebut dilaksanakan pada mei mendatang untuk perencanaan matang operasional pada semester ii. Saat ini, perusahaan masih menunggu hasil audit untuk melihat hasil kinerja keuangan perusahaan untuk tahun buku 2020,” ujar ade.
Belum lama ini, hk metals juga terus mencari mitra strategis untuk perbaikan bisnis perusahaan ke depan. Program transformasi perusahaan yang mulai berjalan pada 2021 ini diharapkan dapat memperbaiki struktur margin bisnis perseroan, meningkatkan efiensi pada sisi operasional, dan mengembalikan profitabilitas perseroan. Tahun ini, perseroan belum menargetkan pertumbuhan bisnis, namun akan terus fokus pada pembenahan internal pada periode konsolidasi ini. Hal ini semata-mata untuk meningkatkan good corporate governance , efisiensi operasional, strategi keuangan yang lebih baik, meningkatkan margin dan segmentasi konsumen yang lebih memiliki sustainability.
Alhasil, target pertumbuhan bisnis pada 2021 belum menjadi fokus utama, perusahaan menargetkan tingkat omzet penjualan di angka yang sama seperti tahun 2020. Namun, akan lebih fokus dengan perbaikan margin bisnis seiring dengan meningkatnya kontribusi manufaktur yang akan lebih mendominasi baik produk utama berbasis aluminium extrusi, dan produk pendukung lainnya seperti baja ringan, pipa pvc, pipa stainless steel , dan produk sanitasi. Setelah periode konsolidasi bisnis tahun ini berjalan dengan baik, manajemen baru akan menargetkan kembali pertumbuhan bisnis pada 2022, seiring dengan proyeksi perbaikan ekonomi yang akan lebih agresif pada 2022 setelah distribusi vaksin lebih merata kepada masyarakat yang akan mendukung sentimen bisnis ke arah yang lebih baik. Editor : jauhari mahardhika (jauhari@investor.co.id).
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat