Yield Treasury AS Naik Lagi, Harga SBN Terpantau Mixed
Cnbcindonesia-market Senin, 26 April 2021
Yield treasury as naik lagi, harga sbn terpantau mixed jakarta, cnbc indonesia - harga obligasi pemerintah atau surat berharga negara ( sbn ) kembali ditutup bervariasi pada perdagangan senin (26/4/2021), di tengah potensi kembali naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah amerika serikat pada sore hari ini waktu indonesia. Sikap investor kembali beragam, di mana pada sbn acuan bertenor 1 tahun, 20 tahun, 25 tahun, dan 30 tahun cenderung dilepas oleh investor, ditandai dengan pelemahan harga dan kenaikan yield. Sedangkan sbn sisanya ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan penguatan harga dan penurunan yield. Kenaikan yield tertinggi terjadi di sbn bertenor 30 tahun dengan seri fr0089 yang naik sebesar 2,1 basis poin (bp) ke level 6,994%.
Sedangkan penurunan yield terbesar terjadi di sbn acuan bertenor 10 tahun dengan kode fr0087 yang turun 4,9 basis poin ke posisi 6,435%. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%. Beralih ke as, yield obligasi pemerintah as (us treasury) acuan tenor 10 tahun kembali naik pada sore hari ini waktu indonesia.
Berdasarkan data dari situs world government bond pada pukul 17:15 wib, yield treasury as tenor 10 tahun naik 1,7 basis poin ke level 1,577% dari sebelumnya di level 1,56%. Pelaku pasar obligasi indonesia bersikap beragam, di tengah masih terjadinya lonjakan kasus virus corona di india dan masih menjadi perhatian pelaku pasar keuangan di asia hingga saat ini. Pada minggu (25/4/2021) kemarin, nyaris 350.000 kasus baru virus corona di india tercatat. Pada hari ini pula, india kembali mencetak rekor global untuk peningkatan kasus virus corona harian selama lima hari berturut-turut, sementara kematian akibat covid-19 juga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa selama 24 jam terakhir.
Alhasil, atas dasar hal tersebut, presiden amerika serikat (as) joe biden menyatakan bahwa pihaknya akan segera memasok india kebutuhan bahan mentah untuk memproduksi vaksin corona. Sebelumnya, inggris, prancis, dan jerman juga menyatakan hal yang sama. Sementara itu dari as, ketua federal reserve (the fed) jerome powell akan memimpin rapat penentuan kebijakan moneter pada selasa dan rabu. Pelaku pasar bakal memantau ketat sinyal apakah bank sentral mengkhawatirkan inflasi.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat