Yuan Kembali 'Bertekuk Lutut' di Hadapan Dolar AS
Msn - Berita Kamis, 25 Maret 2021
Yuan kembali 'bertekuk lutut' di hadapan dolar as beijing: menurut sistem perdagangan valuta asing china (cfets) kurs yuan melemah lagi 54 basis poin menjadi 6,5282 terhadap dolar amerika serikat (usd) pada perdagangan kamis pagi. Yuan memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut setelah tergerus 192 basis poin sehari sebelumnya. Mengutip antara , kamis, 25 maret 2021, di pasar spot valuta asing tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap usd didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
Sementara itu, dolar as sedikit lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan rabu waktu setempat (kamis wib). Menteri keuangan as janet yellen dan ketua federal reserve (fed) jerome powell mengindikasikan kepada kongres bahwa mereka memiliki kepercayaan pada ekonomi amerika serikat. Indeks dolar, yang menyentuh level tertinggi empat bulan di awal sesi, didukung oleh aliran permintaan mata uang safe haven bahkan ketika beberapa investor resah atas potensi kenaikan pajak as. Euro-dolar merosot 0,24 persen menjadi 1,1821 dolar as pada rabu waktu setempat.
Dolar naik 0,2 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya menjadi 92,5100. Imbal hasil pada obligasi pemerintah as 10-tahun turun sedikit menjadi 1,612 persen tetapi tetap mendekati level tertinggi baru-baru ini setelah lelang surat utang bertenor lima tahun. "dolar akan naik lebih lanjut, peluncuran vaksin kami akan datang. Eropa sedang menghisap angin di front vaksin," kata direktur pelaksana analisis mata uang global action economics, ronald simpson.
Menteri keuangan as janet yellen mengatakan kepada kongres bahwa dia terbuka bagi bank-bank untuk membeli kembali saham dan membayar dividen, sebuah pandangan terbaru yang menunjukkan kepercayaannya pada perekonomian. Ketua fed jerome powell mengatakan 2021 akan menjadi tahun yang sangat-sangat kuat dalam kasus yang paling mungkin. Namun risiko tetap ada, seperti kebangkitan covid-19 yang sedang berlangsung di eropa dan kemungkinan kenaikan pajak di amerika serikat. Inflasi juga dapat meningkat karena gangguan dalam rantai pasokan menimbulkan tekanan biaya bagi produsen, dengan aktivitas pabrik-pabrik as meningkat pada awal maret.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Duh, Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke Level Ini
Realisasi Anggaran PEN 2022 Baru 15,4 Persen, Simak Rinciannya
Pasar Respon Positif Kebijakan Tiongkok, IHSG Menghijau
Kripto Kian Hancur saat Stablecoin Tether Anjlok di Bawah Patok Dolar
IHSG Berbalik Menguat ke 6.606,9 di Sesi Pertama, Asing Lepas IBST, BBRI, BBCA
Dipimpin B Capital, Startup Finku Dapat Pendanaan Awal Senilai US$ 2,8 Juta
Haji Faisal Bongkar 'Buku Besar' Kehidupan Gala Sky, Patahkan Niat Doddy Sudrajat?
IHSG Ambyar Setelah Lebaran Lumrah, Tapi Tahun Ini Terburuk
Sri Mulyani Tak Khawatir SUN Sepi Peminat