Ancam Kurir COD dengan Pedang, Tukang Ayam Kesal karena Barang Tak Sesuai Iklan
Msn - Berita Rabu, 26 Mei 2021
Ancam kurir cod dengan pedang, tukang ayam kesal karena barang tak sesuai iklan jakarta - mds di ciputat, tangerang selatan menjadi viral di media sosial karena menodong kurir dengan sebilah pedang katana. Tersangka penodongan itu melakukannya setelah membeli jam tangan di toko online dengan sistem cod alias bayar melalui kurir pada selasa kemarin, 25 mei 2021. Saat mds membuka paketnya, jam tangan yang diterimanya tidak sesuai dengan iklan. Pedagang ayam potong itu meminta uang yang sudah dibayarkannya kepada kurir untuk dikembalikan.
"dia minta uang rp 85 ribunya dikembalikan, tapi korban enggak mau," ujar kapolsek ciputat timur komisaris jun nurhaida saat dihubungi tempo, rabu, 26 mei 2021. Kurir dan mds sempat berdebat hingga berujung pengancaman. Mds masuk ke dalam rumah dan kembali dengan sebilah pedang. Korban yang ketakutan mengikuti kemauan mds dan menyerahkan uang rp 85 ribu.
Kurir itu melapor kepada polisi dan mds dicokok di rumahnya di jalan musyawarah, ciputat pada malam kemarin tanpa perlawanan. Kepada penyidik, mds menjelaskan asal-usul pedang katana yang digunakan untuk mengancam korban. Menurut pengakuannya dia mendapatkannya dari anak-anak yang tawuran di dekat rumahnya. "lalu kami tanya, buat apa simpan-simpan begitu?" kata jun.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam