Beredar Video Viral Mengatasnamakan Prajurit KRI Nanggala-402, Istri Tegaskan: Itu Hoax
Tribun News Jatim - Indeks Rabu, 28 April 2021
Beredar video viral mengatasnamakan prajurit kri nanggala-402, istri tegaskan: itu hoax reporter : syamsul arifin | editor : yoni iskandar tribunjatim.com, surabaya - pasca insiden hilang kontak kapal selam kri nanggala-402, dan berhasil ditemukan beredar sejumlah video yang mengundang perhatian dan bahkan meresahkan. Seperti yang didapati oleh warga asal sidoarjo, dewi. Ia mendapat video berantai di grup whatsapp yang menggambarkan seorang pria tengah memeluk seorang bayi yang baru lahir. Dalam video berdurasi 1 menit 35 detik itu diiringi lagu sholawat dan terdapat sebuah tulisan bahwa pria tersebut adalah serda kom purwanto.
Nah, tim mencoba untuk mengkonfirmasi ke istri almarhum serda kom purwanto, dian arisa melalui pesan whatsapp. Dian menegaskan bahwa video tersebut adalah hoax. "saya tegaskan bahwa itu hoax mas," ujarnya kepada tribunjatim.com, rabu, (28/4/2021). Dian sendiri tidak memiliki anak yang masih bayi.
Saat ditemui tim di kediamannya jalan dukuh bulak banteng, surabaya, dian mengaku ia memiliki dua anak. "anak saya paling sulung berusia 9 tahun, sedangkan yang bungsu berusia 4 tahun," terangnya kepada tribunjatim.com. Sementara itu, dewi yang menerima pesan tersebut mengaku resah. Sebab, ia geram kepada yang membuat video tersebut..
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam