[Hoaks atau Fakta] Beredar Kabar Data WHO Bocor, Sebut 377 dari 100.000 Orang Meninggal usai Divaksin Covid-19
Pikiran Rakyat Jumat, 16 April 2021
[hoaks atau fakta] beredar kabar data who bocor, sebut 377 dari 100.000 orang meninggal usai divaksin covid-19 pikiran rakyat – hingga saat ini dunia masih dibelenggu oleh wabah mematikan yang pertama kali ditemukan di negara china, yakni virus corona atau yang kerap disebut covid-19. Menyebarnya wabah covid-19 itu di berbagai belahan dunia, membuat beberapa negara mengalami kelumpuhan di berbagai sektor tatanan negara, termasuk indonesia yang turut merasakan dampaknya. Sulit dimungkiri, ternyata masih banyak orang yang tidak mempercayai akan adanya virus corona covid-19. Terbukti dengan meluasnya teori-teori konspirasi virus corona di masyarakat, sehingga membuat masyarakat enggan untuk melakukan vaksinasi covid-19.
Belum lagi kemunculan berita-berita mengenai vaksin covid-19 yang dianggap memiliki banyak efek samping hingga beredar kabar bahwa vaksin covid-19 bisa menghilangkan nyawa seseorang. Seperti berita yang baru-baru ini mencuat dan mengegerkan jagat maya. Salah satu unggahan di facebook mencatut data dari organisasi kesehatan dunia (who) mengenai 377 dari 100 ribu orang meninggal setelah divaksin covid-19. Akun facebook itu juga menyebut data tersebut berasal dari laporan who yang bocor.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam