Hujan Deras Mengguyur, Underpass Kentungan Sempat Jadi Danau, Lalu Lintas Sempat Terhambat
Joglosemarnews - Umum Minggu, 30 Mei 2021
Hujan deras mengguyur, underpass kentungan sempat jadi danau, lalu lintas sempat terhambat sleman, joglosemarnews.com – hujan deras biasanya memunculkan masalah di underpas. Sebagaimana yang terlihat di underpass kentungan, sleman, pada sabtu (29/5/2021) sore ketika hujan deras mengguyur. Hujan mengakibatkan terjadinya genangan air yang cukup dalam. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di perempatan kentungan itu menjadi terhambat.
Kondisi tersebut bahkan sempat menjadi viral di media sosial (medsos). Namun beberapa saat kemudian air mulai surat, dan kendaraan mulai dapat berjalan kembali. “sekarang sudah kembali normal. Saya baru saja dari sana,” kata kasatlantas polres sleman, akp anang tri nuvian.
Video yang memperlihatkan air menggenang dibawah underpass kentungan memang sempat menjadi viral di media sosial. Dalam video 30 detik yang beredar, memperlihatkan kendaraaan sedang melewati genangan air di jalan tembusan yang berada di bawah permukaan tanah itu. Menurut novian, air timbul dan menggenang dibawah underpass setelah diguyur hujan, pada sabtu petang. Namun, selepas maghrib, air sudah mulai surut.
Setelah itu, menurut novian, kendaraan bisa melintas dengan pelan-pelan. “(airnya) sudah surut habis maghrib. Arus lalu lintas normal,” kata dia. .
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam