Kado Istimewa HJB Ke-691 dari Prajurit Terbaik TNI: Salam Hormat dan Bangga untuk Bone
Fajar Minggu, 4 April 2021
Kado istimewa hjb ke-691 dari prajurit terbaik tni: salam hormat dan bangga untuk bone fajar.co.id, bone — video berdurasi 3 menit, 24 detik viral di bumi arung palakka jelang puncak hari jadi bone (hjb) ke 691. Bukan tidak, dalam video tersebut salah satu tim free fall komando pasukan khusus (kopassus) bermanuver di udara mengibarkan bendera pemkab bone. Sebuah kado istimewa persembahan dari putra daerah bone. Dialah letkol inf andi afandi taufik yang saat ini menjabat sebagai dandim 0703 cilacap.
Lelaki kelahiran kecamatan mare itu memiliki ide sejak lama. Saat masih menjabat danyon di satuan 81 anti teror (satuan di kopassus yang setingkat dengan grup dan merupakan prajurit terpilih dari seluruh prajurit tni). “pengenlah sebagai putra daerah kabupaten bone yang di luar setidaknya memberi sumbangsih karya dan prestasi,” akunya kepada fajar minggu (4/4/2021). Kata perwira berpangkat dua bunga itu, dulu sudah pernah diskusi dengan forkopimda kabupaten bone saat tahun 2018.
Kenapa? karena saat menjabat danyon di satuan 81 anti teror memang membidangi terjun. Dan selama 2019, 2020 sudah banyak rekor muri, rekor asia, dan rekor dunia dicetak kopassus. Artinya kopassus ini milik bangsa, kopassus ini milik masyarakat indonesia. “saya tidak bisa melupakan bahwa saya putra daerah bone.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam