Kasus Covid-19 di Jakarta Turun, Ini Penjelasannya : Okezone Megapolitan
Buzz Feed Kamis, 20 Mei 2021
Kasus covid-19 di jakarta turun, ini penjelasannya : okezone megapolitan jakarta – kepala seksi surveilan dan imunisasi dinas kesehatan provinsi dki jakarta ngabila salama menjelaskan alasan kasus covid-19 di ibu kota turun. “angka testing dan tracing seminggu terakhir menurun, karena jumlah yang mengakses test juga berkurang untuk pcr. Tracing juga turun karena kasusnya turun,” kata ngabila di jakarta, kamis (20/5/2021). ia menambahkan, saat ini banyak masyarakat mengakses antigen, jumlah pemeriksaannya terus meningkat. “akan tetapi antigen tidak dapat mendiagnosis, hanya untuk skrining awal,” tambahnya.
Pihaknya mengimbau semua yang bergejala atau kontak erat kasus positif segera pcr ke puskesmas tanpa biaya. Baca juga: jokowi sebut kasus aktif covid-19 turun 50 persen berkat ppkm mikro “ya kita harus ingatkan masyarakat terus aware ke covid dan juga jangan takut atau enggan di cek pcr karena semakin cepat terdiagnosis bisa mencegah penularan ke orang lain dan ditatalaksana segera dengan baik,” tutupnya. Diketahui, gubernur dki jakarta, anies baswedan, mengatakan angka kasus aktif virus corona (covid-19) di dki jakarta paling rendah dalam satu tahun terakhir. Untuk itu, anies meminta seluruh pihak berkolaborasi agar penularan virus covid-19 menurun.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam