Kisah Kakek 53 Tahun Mencangkul Selama 2 Tahun Bangun Rumah Bawah Tanah, Berawal dari Melamun
Tribun News Aceh - News Kamis, 6 Mei 2021
Kisah kakek 53 tahun mencangkul selama 2 tahun bangun rumah bawah tanah, berawal dari melamun serambinews.com - baru-baru ini muncul sebuah tayangan video rumah yang dibangun oleh seorang kakek di bawah tanah. Video berdurasi 2,48 detik yang diunggah oleh akun instagram @ndorobeii,pada rabu (6/5/2021) itu menampilkan potret sebuah rumah yang memiliki desain tak biasa. Rumah itu dibangun di bawah tanah, lengkap dengan ruang kamar dan anak tangga serta lorong sebagai penghubung antar ruang. Dalam tayangan akhir video tersebut, kemudian muncul seorang kakek yang sedang menggali tanah dengan menggunakan peralatan seadanya.
Kepada perekam video, kakek tersebut mengaku telah bercangkul selama 2 tahun untuk menghasilkan desain rumah bawah tanah yang masih belum rampung itu. Melansir tribun-timur.com , kakek pemilik sekaligus pembangun rumah bawah tanah itu bernama zainuddin (53), warga dari kabupaten bone, sulawesi selatan (sulsel). Kakek yang akrab disapa cireng ini pun mendadak viral dan menjadi perbincangan lantaran kemampuannya yang mirip seperti tayangan di kanal youtube primitive survival tool. Diwartakan kompas.com , kamis (6/5/2021), kakek cireng membangun rumah bawah tanah di dusun cacae, desa awang cenrana, kecamatan cenrana, kabupaten bone.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam