Polisi Benarkan Soal Video Lelaki Bersimbah Darah di Sumenep dan Dievakuasi ke Rumah Sakit
Tribun News Jatim - Indeks Senin, 29 Maret 2021
Polisi benarkan soal video lelaki bersimbah darah di sumenep dan dievakuasi ke rumah sakit reporter : ali hafidz syahbana | editor: januar as tribunjatim.com, sumenep - polisi membenarkan seorang lelaki bersimbah darah dan ada luka dibagian perut hingga bagian dalamnya keluar yang viral di jagad media sosial whatsapp di sumenep pada hari senin (29/3/2021). Hal itu dibenarkan oleh kasubbag humas polres sumenep, akp widiarti sutioningtyas peristiwa lelaki tergeletak bersimbah darah dan meminta pertolongan setelah tak kuat menahan rasa sakit. "pria itu sekarang sudah dievakuasi ke rumah sakit umum (rsud dr. H.
Moh anwar)," kata akp widiarti sutioningtyas pada senin (29/3/2021). Ditatanya apa penyebabnya, mantan kapolsek kota sumenep ini mengaku belum bisa menyampaikan detail kasus yang menimpa lelaki yang berlumuran darah di lokasi dusun kebun baru desa manding daya, kecamatan manding, kabupaten sumenep, madura. "kita saat ini masih menunggu laporan lengkapnya dari anggota yang sudah di tempat kejadian perkara (tkp)," tuturnya. Diberitakan sebelummya, media sosial whatsapp diramaikan dengan beredarnya sebuah video berisikan seorang lelaki tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian perut hingga bagian dalamnya keluar pada hari senin (29/3/2021).
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam