Proses Mutasi Virus Corona yang Cepat, Jadi Tantangan Pengembangan Vaksin Merah Putih
Pikiran Rakyat Rabu, 7 April 2021
Proses mutasi virus corona yang cepat, jadi tantangan pengembangan vaksin merah putih pikiran rakyat- pandemi covid-19 sudah menyerang dunia hampir setahun lebih ini, hingga menelan jutaan jiwa begitupun di indonesia. Setahun pandemi covid-19 itu tentunya telah memicu berkembangnya varian baru yang bahkan dikatakan lebih mematikan dari virus corona di awal kemunculannya. Tak hanya itu kini mulai merebak mutasi baru dari virus tersebut, yang dapat mengancam kehidupan lebih jauh lagi. Sebelumnya pun beberapa lembaga farmasi dan ahli telah mengembangkan berbagai vaksin, yang diharapkan dapat memberikan daya imun atau kebal terhadap virus.
Namun, sehubungan dengan hal itu, lembaga biologi molekuler eijkman mengatakan, mutasi virus corona penyebab covid-19 menjadi tantangan dalam pengembangan vaksin merah putih. “iya itu selalu, vaksin apapun itu selalu begitu, apalagi virus mutasinya lebih cepat kalau bakteri-bakteri itu tidak terlalu cepat mutasinya kalau virus itu mutasinya sangat cepat,” kata kepala lembaga eijkman, amin soebandrio saat dihubungi di jakarta, rabu, 7 april 2021. Sebagaimana diketahui bahwa, eijkman yang mengembangkan vaksin merah putih dengan platform subunit protein rekombinan. Editor: rahmi nurfajriani sumber: antara.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam