Saat Indonesia Larang Mudik 2021, 18,3 Juta Pemudik di China Pulang Kampung Naik Kereta Api
Pikiran Rakyat Senin, 3 Mei 2021
Saat indonesia larang mudik 2021, 18,3 juta pemudik di china pulang kampung naik kereta api pikiran rakyat - indonesia pelan-pelan memasuki transisi larangan mudik 2021 yang akan berlaku pada periode 6-17 mei 2021 mendatang. Larangan mudik 2021 diterapkan demi mencegah penularan virus corona covid-19 yang masih menghantui indonesia jelang hari raya idul fitri 1442 h. Ketika masyarakat indonesia sedang dihantui kekhawatiran akan tsunami covid-19 seperti di india, warga china justru menikmati hari-hari libur mereka dengan tenang. Jutaan pemudik bahkan memadati layanan kereta api cepat.
Kendati demikian, china sebenarnya sempat dilarang mudik sebagaimana larangan mudik 2021 berlaku di indonesia saat ini. Dikutip pikiran-rakyat.com dari antara, sekitar 18,3 juta pemudik di china pulang kampung menggunakan kereta api pada hari pertama musim liburan hari buruh alias may day pada sabtu 1 mei 2021. Perusahaan pengelola layanan kereta api , china state railway group co ltd menyebut angka ini naik 6,1 persen jika dibandingkan jumlah penumpang kereta api tahun 2019 pada periode yang sama. Selain kereta api , pesawat terbang dan moda jalan raya juga menjadi pilihan bagi pemudik china selama libur hari buruh internasional.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam