Saktinya Batu Bara! Senin Baru Ambruk, Jumat Sudah Rekor Lagi
Cnbcindonesia-market Minggu, 4 Juli 2021
Saktinya batu bara! senin baru ambruk, jumat sudah rekor lagi jakarta, cnbc indonesia- tak butuh waktu lama untuk harga batu bara bangkit setelah jatuh. Harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal ice newcastle kembali ditutup di atas level us$ 130/ton pekan ini. Sejatinya, awal pekan ini sang batu legam sempat terkoreksi parah ke bawah level psikologis tepatnya di level us$ 123,3/ton atau penurunan nyaris 6% akibat kenaikan harga yang terlalu kencang dalam beberapa bulan dan meningkatnya kasus covid-19 di negara-negara emerging market yang selama ini menjadi konsumen utama batu bara seperti india, australia, dan indonesia. Ketiganya merupakan konsumen utama batu bara dunia, masing-masing dengan konsumsi sebesar 886 juta, 132,6 juta, dan 61,8 juta, menurut data energy information administration (eia).
Tercatat pekan ini si batu legam naik 0,76% ke us$ 134/ton level ini menjadi harga tertinggi batu bara dalam kurun 10 tahun terakhir dan mendekati level tertingginya selama 20 tahun terakhir di angka us% 137,6/ton buntut dari kembali naiknya permintaan akan si batu legam. "terjadi peningkatan permintaan global karena berbagai negara sudah pulih dari dampak pandemi virus corona (coronavirus disease-2019/covid-19). Kemungkinan akan ada pertumbuhan ekonomi seperti sebelum pandemi pada tahun-tahun ke depan," sebut toby hassall, analis refnitiv, dalam riset hariannya. Bulan lalu, refinitiv mencatat impor batu bara china mencapai 25,34 juta ton.
Ini adalah yang tertinggi sejak juni 2020. "dalam beberapa bulan terakhir, pertumbuhan konsumsi yang tinggi di china melampaui pasokan batu bara domestik. Ini menyebabkan harga naik pesat," lanjut hassall. China adalah negara negara dengan konsumsi batu bara terbesar dunia.
Us energy of information administration mencatat konsumsi batu bara china mencapai 4.319.921.826.000 mmcf. Ini mencapai 50,5% dari total konsumsi batu bara dunia. Jadi saat permintaan di china naik, pasti harga akan ikut bergerak naik. Maklum, china adalah konsumen terbesar sehingga bisa mempengaruhi harga.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam