Sempat Berniat Gunakan Nama Dewa Yunani, WHO Umumkan Nama Baru 4 Varian Virus Corona
Pikiran Rakyat Selasa, 1 Juni 2021
Sempat berniat gunakan nama dewa yunani, who umumkan nama baru 4 varian virus corona pikiran rakyat – organisasi kesehatan dunia (who) akan mengganti nama sejumlah varian virus corona yang telah teridentifikasi. Mereka menilai penamaan varian virus corona harus menggunakan huruf alfabet yunani, untuk menghindari pelaporan dan stigma negara-negara tempat varian itu pertama kali terdeteksi. Sistem baru ini berlaku untuk berbagai varian yang ‘meresahkan’, yakni empat varian dalam sirkulasi yang paling bermasalah, dan varian-varian lain yang sedang dilacak. Dalam pernyataannya, who mengatakan bahwa meski memiliki kelebihan, penamaan varian secara ilmiah sulit untuk diucapkan dan diingat, serta cenderung terjadi kesalahan saat melaporkan.
“akibatnya, orang-orang sering memanggil varian dengan nama tempat pertama kali terdeteksi, yang mencirikan dan diskriminatif,” kata pihak who, dikutip pikiran-rakyat.com dari al jazeera, selasa, 1 juni 2021. Empat varian virus corona yang dikhawatirkan oleh badan pbb, dan dikenal secara umum oleh publik sebagai variasi inggris, afrika selatan, brasil, dan india kini telah diberi nama lain. Keempat varian virus tersebut saat ini telah diberi huruf delta, alpha, beta, dan gamma, sesuai dengan urutan pendeteksian mereka. Editor: gita pratiwi.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam