Serang Lansia Asia Secara Brutal, Pria Asal New York Kembali Ditangkap
Pikiran Rakyat Kamis, 1 April 2021
Serang lansia asia secara brutal, pria asal new york kembali ditangkap pikiran rakyat - seorang pria yang berasal dari new york kembali ditangkap setelah menyerang wanita asal asia berusia 65 tahun. Pria tersebut diketahui bernama brand elliot yang sebelumnya pernah ditangkap akibat membunuh sang ibu. Dilansir pikiran-rakyat.com dari reuters, penyerangan tersebut direkam dalam video yang menjadi viral setelah meningkatnya insiden anti- asia dan amerika serikat. Penyerangan yang dilakukan oleh brand elliot termasuk dalam kategori kejahatan rasial.
Brandon elliot terlihat dalam video menendang wanita itu ke tanah dan kemudian menendangnya beberapa kali lagi pada hari senin, 29 maret 2021 di dekat times square di tengah kota manhattan. Atas kasus tersebut, diungkapkan oleh jaksa wilayah manhattan , cy vance, elliot didakwa pada rabu, 31 maret 2021 malam atas dua tuduhan penyerangan tingkat dua sebagai kejahatan rasial dan satu tuduhan percobaan serangan tingkat pertama sebagai kejahatan rasial. "tuan elliot dituduh secara brutal mendorong, menendang, dan menginjak seorang ibu berusia 65 tahun ke tanah setelah mengatakan kepadanya bahwa dia tidak pantas berada di sini. Tidak ada tempat untuk tindakan kekerasan anti- asia yang mengerikan ini di new york ," kata vance.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam