Suka Cita Warga China Wisata Sejarah Partai Komunis
Cnn Indonesia Rabu, 28 April 2021
Suka cita warga china wisata sejarah partai komunis jakarta, cnn indonesia -- pada peringatan 100 tahun partai komunis china, turis berbondong-bondong ke situs bersejarah untuk berziarah sekaligus berpesta. Di jalan tempat tentara pernah berkeliaran, sekelompok pensiunan berseragam tentara berwarna biru pastel menyanyikan lagu-lagu yang sempat menjadi media propaganda. Lokasi bersejarah di provinsi jiangxi dan guizhou - tempat pertempuran awal pemimpin partai komunis china mao zedong - mengalami gelombang kedatangan turis pada tahun ini setelah pandemi virus corona mereda di negara itu. #div-gpt-ad-1589442079326-0 iframe{ border: 0px; vertical-align: bottom; position: fixed !important; z-index: 1 !important; left: 0px; right: 0; margin: auto; } di guizhou, pariwisata pada kuartal pertama 2021 telah pulih ke level 2019, kata pejabat setempat lu yongzheng.
Provinsi tersebut, di antara destinasi wisata utama china, menerima jutaan turis yang mendatangkan keuntungan miliaran dolar. Pada tur yang diselenggarakan pemerintah baru-baru ini, keturunan tentara merah partai komunis china menceritakan kisah-kisah leluhur mereka di museum peringatan zunyi, yang menyimpan artefak dan hologram yang menggambarkan kejayaan mao. Kong xia tumbuh dengan mendengarkan cerita tentang kesulitan dan kerja keras di kamp mars panjang yang sulit, sebuah retret militer di mana kakeknya, kong xianquan, berpartisipasi. Dalam perjalanan epik, komunis melalui beragam tantangan dan bahaya hingga akhirnya mendirikan ibu kota perang dunia ii mereka di provinsi utara yang kering, shaanxi, dari mana mereka akan berkembang dan akhirnya menang atas nasionalis pada tahun 1949.
Kong xia menggambarkan kehidupan kakeknya untuk mewariskan kisah awal partai komunis china yang disebutnya yang sederhana, terutama kepada generasi muda yang dia khawatirkan semakin kehilangan minat pada sejarah. "mereka harus memahami (sejarah) tetapi mungkin tidak tertarik," kata kong. "saya pikir penderitaan seperti ini akan menginspirasi kita untuk menghargai kehidupan kita yang bahagia dan damai hari ini dan melakukan pekerjaan kita dengan baik." pada 2016, museum zunyi meluncurkan pameran keliling dengan mengunjungi perguruan tinggi dan universitas di seluruh china. Dan untuk memacu minat pengunjung yang lebih muda, mereka melatih lebih dari 100 "kurator muda" di sekolah dasar atau menengah untuk memberi tahu sesama siswa tentang periode sejarah.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam