Usai Viral, Pelajar Hina Palestina Ditendang dari Sekolah, Ferdinand Hutahaean: Ini Berlebihan!
Pikiran Rakyat Rabu, 19 Mei 2021
Usai viral, pelajar hina palestina ditendang dari sekolah, ferdinand hutahaean: ini berlebihan! pikiran rakyat – di tengah konflik berdarah yang terjadi antara palestina dengan israel, beberapa waktu lalu indonesia justru dibuat geram oleh beberapa pengguna tiktok. Dalam sekejap, pengguna tiktok yang mengunggah video berisikan hinaan untuk palestina itu viral di jagat maya dan mendapat kecaman publik. Dari beberapa pengunggah video yang berisikan hinaan untuk konflik palestina dengan israel itu, diketahui salah satunya merupakan seorang pelajar asal bengkulu. Diberitakan sebelumnya, pelajar tersebut diketahui tengah mengenyam pendidikan di bangku sma kelas 11 yang berusia 19 tahun berinisial ms.
Usai video yang diunggahnya di akun tiktok viral, ms akhirnya dikeluarkan dari sekolah lantaran menjadikan ketegangan dua negara tersebut menjadi sebuah konten. Kendati demikian, berita terkait ms yang dikeluarkan dari sekolah itu justru menuai beragam reaksi dari publik indonesia. Politikus ferdinand hutahaean turut mengungkapkan pendapatnya melalui unggahan di akun media sosial (medsos) twitter. Ferdinand hutahaean menyebut bahwa langkah untuk mengeluarkan ms dari sekolah melanggar hak konstitusional ms.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam