Video Lawas Wawancara Media Asing, Gus Dur Soal Teror Bom: Bisa Jadi Pelakunya Aparat Sendiri
Fajar - nasional Selasa, 30 Maret 2021
Video lawas wawancara media asing, gus dur soal teror bom: bisa jadi pelakunya aparat sendiri fajar.co.id, jakarta- sebuah video lawas wawancara media asing dengan tokoh nasional, almarhum abdurrahman wahid atau gus dur, kembali viral di jagat maya. Video wawancara itu terkait teror bom. Video 59 detik itu viral, setelah ramai publik menyoroti kasus bom bunuh diri gereja katedral, makassar. Dalam video itu, gus dur ditanya soal teror bom di indonesia.
Dia menduga ada dalang di balik kejadian teror bom di tanah air. Sebaliknya dia enggan menuduh kelompok fundamentalis sebagai dalangnya. “ya siapa yang tahu bahwa semua ini ada dalangnya, bisa saja pelakunya justru aparat sendiri. Bukan yang selama ini dianggap sebagai pelakunya, yaitu kelompok dari fundamentalis,” ujar gus dur dengan aksen bahwa inggris.
Penanya juga menanyakan keterlibatan kelompok jamaah islamiah. Namun gus dur mengatakan tidak bukti atas tuduhan itu. “tapi jamaah islamiah juga sudah dituduh terlibat,” ujar penanya. “ya ya saya tahu tapi tidak ada bukti.
Bukti yang ada malah mirip dengan kepunyaan polisi. Itulah masalahnya setiap bom yang ada sampai saat ini selalu milik pemerintah,” kata gus dur. “amrozi menyulut bom pertama, itulah masalahnya. Tapi tidak berarti dia terlibat,” sambung gus dur.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam