Video Viral Presiden Jokowi Pulang Kampung di Tengah Larangan Mudik, Ini Penjelasan Istana
Tribun Bangka Rabu, 12 Mei 2021
Video viral presiden jokowi pulang kampung di tengah larangan mudik, ini penjelasan istana bangkapos.com, jakarta - video yang menyebutkan presiden joko widodo (jokowi) mudik ke kampung halaman di saat larangan mudik berlaku pada 6-17 mei 2021 viral di media sosial. Deputi bidang protokol, pers, dan media sekretariat presiden bey machmudin membantah bahwa presiden jokowi pulang kampung. Bey memang membenarkan bahwa video iring-iringan tersebut merupakan rombongan ri 1. Namun video tersebut diambil saat jokowi kunjungan kerja ke jawa timur.
"itu benar rombongan presiden. Video tersebut saat presiden kunjungan kerja ke jawa timur hari kamis 6 mei 2021," kata bey kepada wartawan, senin (10/5/2021). Lebih rinci bey menjelaskan bahwa iring-iringan rombongan presiden tersebut menuju surabaya dari lamongan jawa timur. Jokowi hendak meresmikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (psel) yang berada di tempat pembuangan akhir (tpa) benowo.
"lokasi di video tersebut di daerah gresik sebelum masuk gerbang tol kebomas. Jadi bukan mudik , tapi kunjungan kerja ke jawa timur," katanya. Sebelumnya, beredar di media sosial video yang menyebutkan jokowi pulang kampung. Video berdurasi 41 detik tersebut diunggah sabtu lalu, (8/5/2021).
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam