Viral Mobil Bernopol Aneh, Mengaku dari ‘Negara Kekaisaran Sunda Nusantara’
Disway Kaltim Rabu, 5 Mei 2021
Viral mobil bernopol aneh, mengaku dari ‘negara kekaisaran sunda nusantara’ jakarta, nomorsatukaltim.com – seorang pria dicegat oleh polisi di ruas tol cawang. Gara-garanya, nomor polisi (nopol) kendaraannya yang tak biasa, yakni sn 45 rsd. Tak hanya nopolnya saja, ia juga memiliki surat izin mengemudi (sim) yang disebutnya dari “negara kekaisaran sunda nusantara”. Dilansir dari okezone.com, pengemudi bernama rusdi karepesina itu mengaku berasal dari negara kekaisaran sunda nusantara.
Hal itu terlihat dari surat kendaraan yang dikeluarkannya. Tentu saja surat keterangan itu tak berlaku di indonesia. Dalam surat berbentuk kartu itu tertulis bahwa keterangan kendaraan dikeluarkan oleh ‘majelis agung sunda archipelago sekretaris jenderal agung masa menteri senior ekonomi dan keuangan’. Rusdi karepesina disebutkan beralamat di pondok kepala, duren sawit, jakarta.
Surat itu ditandatangani ahmad fauzi yang disebut sebagai ‘menteri senior ekonomi dan keuangan’ pada 21 februari 2020. Stnk negara kekaisaran sunda nusantara. (istimewa) bahkan, rusdi juga mengeluarkan surat izin mengemudi (sim) versi ‘negara kekaisaran sunda nusantara’ yang disebut surat kelayakan mengemudi (skm). Di sana dituliskan, rusdi merupakan pria kelahiran ambon.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam