Viral Tarawih Kilat, Bimas Islam: Ibadah Sholat Harus Diresapi
News Okezone Senin, 19 April 2021
Viral tarawih kilat, bimas islam: ibadah sholat harus diresapi jakarta - sholat tarawih kilat di sebuah pondok pesantren di , jawa barat mendapat sorotan ditjen bimas islam, kementerian agama. Sholat tarawih kilat untuk menyelesaikan 20 rakaat dan 3 rakat witir selesai hanya dalam waktu sekitar 6 menit. Sekretaris ditjen bimas islam, muhammad fuad nasar pun mengimbau kepada segenap umat islam dalam melaksanakan sholat tarawih di masjid, musala, pesantren dan dimana saja agar dilakukan dengan tertib dan khusuk. "betul, dianjurkan mempersingkat waktu di rumah ibadah untuk mencegah penularan covid, namun bukan berarti boleh melanggar segala kaidah dan kaifiat sholat," ujar dia dalam pesannya yang diterima okezone, senin (19/4/2021).
Jika ada praktik ibadah seperti shalat tarawih berjamaah secara super kilat yang sempat menjadi berita dan viral, sebaiknya diperbaiki. Ramadhan adalah bulan ibadah, dakwah dan syiar islam. Mari kenalkan islam secara baik dan berkesan kepada anak-anak dan saudara-saudara yang belum taat beribadah. Melalui pelaksanaan ibadah ramadhan seperti tarawih dan witir di masjid dan musala shalat tarawih bukan sekadar formalitas dalam rangka mengisi malam ramadan, tetapi sebuah rangkaian ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan penuh kemuliaan.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam