Viral Video Siswi Lumajang Cekcok dan Adu Tampar di Ranu Klakah, Polisi Ikut Turun Tangan
Tribun News Surabaya - Jawa Timur Jumat, 26 Maret 2021
Viral video siswi lumajang cekcok dan adu tampar di ranu klakah, polisi ikut turun tangan surya.co.id, lumajang - sebuah video memperlihatkan dua pelajar perempuan di kabupaten lumajang terlibat aksi perkelahian, mendadak viral di media sosial , whatsapp. Pada video berdurasi 22 detik tersebut mulanya menampilkan dua siswi saling cekcok, disaksikan teman-temannya. Lalu kemudian keduanya terlibat aksi saling tampar-menampar. Terkait video itu, warga banyak menduga perkelahian antar pelajar tersebut bermula dari saling ejek di chat persoalan asmara.
Hingga keduanya membuat janji bertemu di suatu tempat, yang diduga lokasinya di sekitaran tempat wisata ranu klakah. Nur hadi warga mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Para siswa yang semestinya mengisi waktunya dengan belajar dan berkarya malah terlibat aksi perkelahian. "prihatin sekali melihatnya.
Apalagi mereka berantem pakai baju sekolah," sesal hadi, jumat (26/3/2021). Hadi pun meminta pihak kepolisian untuk memberikan edukasi kepada kedua belah pihak. Sementara itu, kapolres lumajang akbp eka yekti hananto seno membenarkan kejadian tersebut terjadi di areal wisata ranu klakah. Saat ini pihaknya memanggil kedua pelajar beserta orang tuanya untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Baca Juga
0 Komentar
Untuk membuat komentar silahkan login terlebih dahulu
Perankan Badarawuhi di Film KKN di Desa Penari, Begini 5 Potret Kecantikan Aulia Sarah
Dua Remaja Terlibat Perkelahian
Korut Umumkan Satu Kasus Meninggal Covid-19, Ratusan Ribu Orang Demam
Merasa Laporan Kasus Penganiayaan Cuma Didiamkan, Warga Bawa Jenazah Korban ke Kantor Polisi
Pernikahan yang Tak Dihadiri Mempelai Pria di Magetan Habiskan Biaya Rp 45 Juta, Sawah Jadi Jaminan
Ingat Nobu? Dulu Bikin Heboh Terlibat Video Syur 19 Detik Bareng Gisel, Kini Geluti Profesi Baru
Kaesang Naik Sepeda bareng Gibran, Netizen: Itu yang Dimainin Sepeda Paspampres Ya?
Korea Utara Konfirmasi Kematian Pertama akibat Covid-19 setelah 350.000 Orang Alami Demam